ads 728 X 90

Breaking News

Bendungan Irigasi Darurat Jebol, Ratusan Hektar Sawah di Abdiya Terancam Kering



MEMO online,  Aceh -   Ratusan hektar areal persawahan yang ada di Kecamatan Setia, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) terancam kering. Pasalnya, bendungan irigasi darurat Krueng Suaq yang biasa mengairi ratusan hektar tersebut,  jebol dihantam banjir.

Akibatnya, sekitar 400 haktare lebih areal persawahan yang ada di Kecamatan tersebut, terancam tidak dapat mensukseskan program andalan pemerintah, yang  dijadwalkan melakukan penanaman  serentak pada masa tanam (MT) Gadu 2017.

Menurut Nazarmi, salah seorang Kejruen Sawah di Desa Rambong mengatakan, masyarakat tani kususnya di kawasan kecamatan Setia, sangat hawatir dengan  jebolnya kembali irigasi darurat di Krueng Suaq.

Sebab dengan jebolnya irigasi darurat di krueng Suaq tersebut, akan mengakibatkan ratusan hektare persawahan akan kering.

Sehingga target pencapaian tanam serentak pada MT Gadu 2017 di wilayah kecamatan Setia, terhambat.

“Padahal irigasi krueng Suaq tersebut sudah beberapa kali ditangani baik secara  swadaya aneuk blang, maupun dari pemerintah. Namun upaya  perbaikan bendungan darurat itu, tidak pernah  bertahan lama,  apa lagi saat musim hujan seperti ini,” kata kujruen Blang Nazarmi, Sabtu (8/4/2017).

Masih kata Narzami, Jika tidak dilakukan upaya perbaikan oleh pemkab Abdya melalui intasi terkait, maka sudah pasti areal persawahan di kawasan Setia, akan benar-benar mengalami kekeringan, dan gagal panen nantinya.

Menanggapi permasalahan tersebut, Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Abdya, Muslim Hasan, melalui sekretaris Ir. Tamrin, Mp. membenarkan jebolnya tanggul penahan air yang berfungsi mengairi air untuk 400 hektare lahan milik petani di krueng suaq Kecamatan Setia.

Dan untuk menangani permasalahan tersebut, pihaknya telah berkoordinasi langsung dengan Kadis PU dan Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten (BPBK) untuk mencarikan solusinya.

“Sebagai upaya penanggulangan jebolnya irigasi darurat itu, kami sudah berkoordinasi dengan Dinas Pertanian, maupun  Kadis PU dan Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten, untuk menemukan solusinya,” pungkas Tamrin. (nazli/diens)

No comments