ads 728 X 90

Breaking News

Diperkosa Kenalan Barunya di Area Pesawahan, Siswa Kelas III SMP Ini Nangis Sesenggukan


MEMO online, Pamekasan – Sungguh miris nasib Melati (16),  nama inisial, warga Kelurahan Barurambat Kota, Kecamatan Kota, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, yang menjadi korban pemerkosaan kenalan barunya, Selasa (4/4/2017) malam. 
                   .
Pasalnya, akibat perbuatan bejat teman barunya di area pesawahan di daerah Desa Sentol, sekitar 5 km ke arah utara dari rumahnya, ABG yang masih duduk dibangku kelas III salah satu SMP Negeri di Pamekasan ini, mengalami depresi berat.

Sejak kejadian itu hingga saat ini, korban terus menangis dan mengurung diri di kamar, serta sudah tiga hari tidak masuk sekolah.

Parahnya lagi, akibat perbuatan biadab tersangka yang diketahui berinisial Lkm (25), warga Desa Sentol, Kecamatan Pademawu, Pamekasan, vagina korban masih terasa sakit dan membengkak.

Bahkan ibu korban yang setiap saat menemani korban di kamar, juga ikut syok dan uring – uringan.

Sementara HRM (43), ayah korban didampingi adiknya, FTR, ditemui di rumahnya, Jumat (7/4/2017) mengaku terpukul atas kejadian yang menimpa anaknya. Dan berharap pelakunya dihukum seberat-beratnya.

“Akibat kejadian ini, masa depan anak saya hancur. Sekarang anak saya trauma dan kini kondisi kesehatannya drop, karena menahan sakit di kemaluan dan selangkangannya,” keluhnya.

Diceritakan, awal peristiwa itu bermula ketika korban mendapat telepon dari seorang pemuda, dan mengajak berkenalan.

Lalu, pada sore itu juga sekitar pukul 15.30 korban tidak pamit pada orang tuanya jika akan menemui pemuda yang baru dikenalnya itu.

Korban pergi dengan jalan kaki, dan bertemu dengan pelaku yang sudah siap memboncengnya di pinggir jalan.

Korban kemudian dibonceng motor oleh pelaku, dan dibawa keliling hingga ke arah persawahan di kawasan Desa Sentol, sekitar 5 km ke arah utara rumahmya.                       
Mengetahui anaknya belum pulang hingga maghrib, HRM mengaku gelisah. Ia dan istrinya lalu menghubungi sejumlah teman sekolah korban menanyakan keberadaannya. Namun, upayanya sia – sia karena tak satupun teman sekolahnya, yang mengetahui keberadaannya.

Kepanikan orang tua korban bertambah, karena hingga pukul 20.00 korban juga pulang. Apalagi nomor ponsel milik korban, tidak bisa dihubungi.

Sehingga, orang tua, kerabat serta tetangga korban melakukan pencarian secara bersama – sama ke sejumlah tempat, yang disinyalir ditempati korban.
Namun upaya pencarian tersebut tidak membuahkan hasil, korban tetap tidak diketahui keberadaannya.

Lalu sekitar pukul 22.00, seorang tetangga melihat korban berboncengan motor dan behenti di bawah pohon di pinggir jalan, berjarak sekitar 50 meter dari rumah korban.
Saat itu si tetangga  menyapa korban yang  diketahui sedang menangis.    
                    
Tanpa pikir panjang, tetangga korban ini menghentikan pemuda yang hendak kabur dengan motor Suzuki Satria tersebut.

Mesin motornya dimatikan dan kunci kontaknya dicabut, serta pemuda yang belakangan diketahui bernama Jub itu dibawa ke rumah korban, untuk dipertemukan dengan orangtuanya.

Orangtua korban kaget mengetahui anaknya pulang dalam keadaan menangis, serta kondisi baju, celana dan kerudungnya basah kuyub.

“Kata pemuda yang mengantarnya itu, anak saya disetubuhi temannya di pinggir sawah. Dirinya hanya menjaga dan disuruh mengantarkan anak saya pulang. Malam itu juga, pemuda itu saya bawa ke polres berikut anak saya yang jadi korban perkosaan,” ungkap HRM.   
                    
Selanjutnya, pada ke esokan harinya korban divisum di RSUD Slamet Martodirjo. Korban hanya dimintai keterangan sementara dan belum diperiksa secara detail, karena kondisinya belum memungkinkan.

Bahkan, Kamis (6/4/2017) malam, korban diantar orangtuanya periksa ke dokter spesialis penyakit kulit dan kelamin, lantaran alat vitalnya bengkak.

Kasubag Humas Polres Pamekasan, AKP Osa Maliki, yang dimintai konfirmasinya mengatakan, kasus ini sudah ditangani dan penyidik sudah memeriksa pelaku, yang diduga satu orang.

“Kami masih menunggu hasil visum yang belum turun,” pungkas Osa Maliki, Jum’at. (sjk/diens)

No comments