ads 728 X 90

Breaking News

Tolak Politisasi Kasus Pabrik Semen, Puluhan Warga Yogyakarta Demo


MEMO online, Yogyakarta - Puluhan warga  Yogyakarta yang mengatas namakan Aliansi Kedaulatan Negeri (AKN), melakukan aksi demonstrasi di depan Monumen 1 Maret Yogyakarta, Jl. Malioboro, Jum'at (07/4/2017).

Aksi demontrasi yang dimulai sekitar pukul 09.00 Wib tersebut dilakukan, sebagai respon atas tidak terselesaikannya kasus pembangunan Pabrik Semen di Kabupaten Rembang.

Dalam aksi kali ini, warga mendesak agar pemerintah pusat bersikap tegas dan konsisten agar kasus pembangunan semen ini bisa berakhir dan tidak menimbulkan masalah lagi, serta tunduk dan patuh terhadap hukum yang berlaku, sehingga tepat sasaran.

Koordinator Lapangan (Korlap) Aksi Agung Ashari dalam orasinya dengan suara lantang, bahwa keputusan Mahkamah Agung (MA) adalah hal yang perlu menjadi rujukan Gubernur Jawa Tengah dan PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk, tidak perlu ada perdebatan lain dan pihak-pihak yang menggalkan dengan tidak konstitusional.

"Pak Gubernur itu putusan Mahkamah Agung (MA) dibaca, kita bangsa yang patuh hukum dan jangan mau diintervensi oleh pihak manapun yang nantinya berakibat fatal". Katanya.

Masih dengan Agung Ashari dengan pengeras suaranya mengatakan, bahwa Aliansi Kedaulatan Negeri (AKN) heran dengan kasus pembangunan pabrik semen yang sampai hari ini tidak selesai, yang justru tambah jelimet.

Padahal seandainya pemerintah dan warga bisa duduk bareng dan mencarai solusi bersama dengan barang tentu, hukum yang jadi pedoman, maka semua akan berakhir dan tidak ada lagi pihak lain yang ikut membuat runyam.

"Kami heran, padahal ini bisa diselesaikan dengan cara, pemerintah bersama masyarakat setempat bersama mencari solusi dengan barang tentu hukum di Negeri ini menjadi pedoman," paparnya.

Aliansi Kedaulatan Negeri (AKN) juga mendorong Pemerintah untuk membangun pabrik semen di Kabupaten Rembang yang akan dikelola oleh PT. Semen Indonesia selaku Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dimana alasannya selain bisa menyerap banyak pekerja, sehingga bisa mengurangi angka pengangguran secara besar-besaran terutama warga setempat, juga bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi Negara Indonesia. (sin/diens)

No comments