ads 728 X 90

Breaking News

Angkut Kayu Gelondong Tanpa Ijin, Pemuda Trenggalek Diringkus Polisi


MEMO online, Trenggalek - Satuan Reserse Kriminal Polres Trenggalek berhasil meringkus pelaku pencurian kayu di wilayah Hutan Njedeg, Desa Ngadimulyo, Kecamatan Kampak, Kabupaten Trenggalek, Rabu (17/05) sekira pukul 20.00 WIB.
 
Pelaku yakni Khoirul Huda (22) warga Rt 12 Rw 02 Desa Karangturi Kecamatan Munjungan Kabupaten Trenggalek ditangkap pihak kepolisian lantaran terbukti melakukan penebangan pohon dalam hutan yang tidak dilengkapi ijin dan Surat Keterangan Sah Hasil Hutan (SKSHH).

Berawal saat petugas opsnal Polres Trenggalek mendapatkan informasi bahwa dikawasan hutan masuk Desa Ngadimulyo Kecamatan Kampak telah terjadi penebangan yang tidak berijin dari pejabat yang berwenang.

“Diketahui bahwa disekitar tempat kejadian perkara telah terjadi penebangan pohon tanpa ijin dan dijumpai seorang pelaku sedang memuat atau menata kayu diatas kendaraan pick up L300 warna hitam dengan Nopol AG 8623 YA,” kata  Kapolres Trenggalek, AKBP Donny Adityawarman, melalui Kasubag Humas Polres Iptu Supadi, Selasa (23/5/2017).

Selanjutnya, terang Supadi, setelah dilakukan pemeriksaan pelaku mengatakan bahwa kayu-kayu tersebut ia dapat dari hutan. Kemudian tim opsnal Polres Trenggalek  membawa pelaku untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Dari tangan pelaku juga diamankan barang bukti diantaranya 24 batang kayu sengon, 1 unit kendaraan L300 warna hitam dengan Nopol AG 8623 YA atas nama Jumali, 1 buah buku Uji Berkala Kendaraan Bermotor, 1 buah Hp merek VIVO warna putih dan 1 buah Hp merek Evercoss warna abu-abu.

“Dalam aksinya ini pelaku menggunakan modus opernadi yakni dengan sengaja  melakukan penebangan pohon dalam kawasan hutan dan memanfaatkan hasil penebangan hutan yang tidak dilengkapi dengan ijin dan SKSHH. Sampai saat ini pelaku masih menjalani penyidikan dan penyelidikan di Mapolres Trenggalek guna pengembangan kasus lebih lanjut,” pungkasnya.

Dari hasil pemeriksaan sementara pelaku diduga melancarkan aksinya ini bersama dengan salah seorang rekannya yang saat ini masih dalam pemeriksaan kepolisian.
Atas perbuatannya ini, pelaku dijerat pasal 82 ayat 1 huruf a, b dan c Undang-Undang RI nomor 18 tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara. (mil/diens)

No comments