ads 728 X 90

Breaking News

Belum Tuntaskan Kasus Penyalahgunaan DD Dari KPK, Komitmen APIP Sumenep Dipertanyakan


MEMO online, Sumenep – Lantaran belum mampu menuntaskan kasus dugaan penyalahgunaan bantuan dana desa (DD) tahun 2016, Komitmen Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) Sumenep, Madura, Jawa Timur, dipertanyakan.

Pasalnya,  kasus yang dilaporkan lembaga swadaya masyarakat Sumenep Corruption Watch (SCW) ke Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) tahun lalu laporan tentang dugaan penyalahgunaan bantuan dana desa (DD) tahun 2016, dengan nomor laporan 06/scw/VIII/2017 tertanggal 25 Agustus 2016 itu, sampai saat ini belum ada perkembangan yang signifikan.

Bahkan dugaan penyimpangan yang mengarah pada tindak pidana koropsi tersebut, terkesan jalan ditempat.

Padahal, kasus tersebut dilimpahkan oleh KPK ke APIP Sumenep dengan nomor surat R-3972/40-43/09/2017, tertanggal 28 September 2016 lalu.

Dalam surat yang ditandatangani oleh Deputi Bidang Pengawasan Internal dan Pengaduan Masyarakat, Ranu Mihardja, bertuliskan sehubungan dengan surat pengaduan saudara nomor : 06/scw/VIII/2017 tertanggal 25 Agustus 2016 kepala KPK yang kami terima tanggal 31 Agustus 2016, bersama ini disampaikan bahwa KPK telah meminta APIP setempat untuk menindaklanjuti pengaduan tersebut.

”Sampai saat ini belum ada tindak lanjut, padahal sifatnya segera sesuai dengan surat dari KPK. Lagi pula yang dilimpahkan sudah hampir satu tahun,” kata Junaidi, selaku pelapor, Rabu (17/5/2017).

Menurutnya, belum adanya perkembangan menunjukkan jika kinerja APIP yang dikomandani oleh R Idris Kepala Inspektorat Sumenep, belum bertaji. Sehingga, menimbulkan persepsi miring dikalangan masyarakat.

”Satu tahun proses yang di tangani APIP belum ada perkembangan. Sehingga APIP tekersan melindungi para oknum kepala desa, yang diduga berpraktek kotor,” tegasnya.
Sayangnya Kepala APIP R Idris belum bisa dimintai keterangan. Saat ditatangi di Kantor Inspektorat Sumenep, diaman ia bertugas saat ini tidak ada.

”Sejak pagi sepertinya tidak ada, mungkin rapat di Kantor Pemda,” kata salah satu petugas di resepsiones.

Saat dihubungi melalui sambungan teleponnya tidak merespon meskipun nada sambungnya terdengar aktif hingga berita ini ditulis. (edy/diens)                    

No comments