ads 728 X 90

Breaking News

Biarkan Tempat Karaoke Sambel Apel, GNPK Malang Raya Soroti Kinerja Kecamatan Junrejo

Foto: Alex Yudawan (Dua dari kanan), Ketua GNPK Malang Raya Bersama Anggotanya

MEMO online, Batu - Gerakan Nasional Pemberantasan Korupsi (GNPK) Malang Raya, menyoroti kinerja Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Jawa Timur.

Pasalnya, ada beberapa permasalahan terkait pelanggaran Undangan-Undang dan Perda, yang sengaja diabaikan oleh Kecamatan Junrejo.

Oleh karenanya, GNPK Malang Raya meminta pihak Kecamatan Junrejo, mengevaluasi, dan memperbaiki kinerja jajaranya. Sebab, bila masalah itu dibiarkan, akan berdampak langsung kepada masyarakat.

"Masalah pelanggaran UU dan Perda yang kami maksud, ada kaitanya dengan pajak. Seperti pajak hiburan, restribusi, dan PBB, yang merupakan pendapatan asli daerah (PAD),” kata Alex Yudawan Ketua GNPK Malang Raya, Sabtu (27/5/2017).

Dengan begitu, pihaknya selaku Ketua GNPK Malang Raya, akan mengirimkan surat kepada Wali Kota Batu, serta akan menemui DPRD Kota Batu. Karena DPRD Kota Batu, mempunyai hak terhadap semua SKPD atau Camat sesuai dengan amanah Undang-Undang.

Dijelaskan, dalam undang-undang nomor 9 tahun 2015, junto UU nomor 23 tahun 2015 dan berdasarkan Peraturan Pemerintah nomor 19 tahun 2008 tentang Kecamatan, salah satunya adalah Evaluasi kinerja kecamatan.

"Dalam Evaluasi Kinerja Kecamatan (EKK), Kecamatan harus penuh dengan transparansi, akuntabilitas, partisipatif, sinergi, inovatif, kreatif dan adil. Maka kami, GNPK Malang Raya akan selalu memantau serta mengevaluasi dilapangan, karena menurut kami kinerja Kecamatan Junrejo sangat lemah," terangnya.

Karena dalam hal ini dapat merugikan negara dalam mencapai target. Ketika terjadi permasalahan dengan tidak terbayarnya pajak hiburan, dan retribusi maka berdampak kepada Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta kontribusi penghasilan negara melalui pajak.

Menurutnya, karena Kecamatan kurang megkaji dan memahami terhadap UU. Contoh, tempat hiburan malam karaoke SA (Sambel Apel) yang tidak memiliki ijin namun sengaja dibiarkan beroperasi hingga bertahun-tahun lamanya.

Sementara itu, Adim Camat Junrejo, saat dikonfirmasi mengatakan, jika izin karaoke yang ada di wilayahnya, memang sudah diajukan.

“Tapi mungkin masih dalam proses dari dinas perijinan yang sekarang BPM (Badan Penanaman Modal),” kelitnya. (Dian/diens)

No comments