ads 728 X 90

Breaking News

Blumbungan Membara, Tiga Buah Bangunan Ludes Dilalap si Jago Merah


MEMO online, Pamekasan - Kebakaran hebat terjadi di Jl Raya Trasak, Desa Blumbungan, Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur,  Jum'at (26/5/2017).

Tiga buah bangunan, berupa dua bengkel dan satu  toko, tepat di timur Puskesmas Blumbungan, ludes  dilalap si jago merah.

Dugaan sementara, kebakaran itu bermula dari sebuah bengkel motor milik Zainuddin, warga desa setempat.

Kobaran api dari bengkel tersebut, dengan cepat merembet dan membakar bagian rumah (toko) milik Mukimin,  ayah dari Zainuddin.

Api pun terus berkobar, dan memaksa sejumlah petugas dari TNI-Polri serta Damkar dan Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pamekasan turun tangan.

Mereka dengan cepat datang ke lokasi kejadian, dan bersatu padu memadamkan api.
Pantauan di lapangan, dua Damkar tangki diterjunkan diterjunkan ke lokasi,  dibantu dua mobil tangki penyuplai air, milik BPBD dan PDAM Pamekasan. Dan akhirnya, si jago merah berhasil dipadamkan.

“Kebakaran berawal dari sebuah bengkel motor milik H Zainudin, terus merembet ke rumah Mukimin bapaknya Zainudin,” kata Budi Cahyono, Koordinator Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Pamekasan.

Namun begitu, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwajib. Hanya saja, informasi di lapangan menyebut, kebakaran tersebut diduga disebabkan bensin tumpah. Selain bengkel dan rumah, sebuah toko juga ikut terbakar.

“Menurut Hosnan tetangga korban, penyebab akibat bensin. Saat itu pemilik bengkel sedang nembel ban dan Zidki anaknya sedang nuangkan bensin yang diduga tumpah hingga terjadi kebakaran,” imbuh Budi.

Beruntung dalam peristiwa tersebut tidak memakan korban jiwa. Cuma Zidki yang masih duduk di bangku kelas 5 SD itu harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat perawatan intensif akibat luka bakar.

“Langsung dilarikan ke Puskesmas Larangan, sekitar 100 meter dari lokasi kebakaran. Zidki kena luka bakar di kaki kirinya,” pungkasnya. (edy/diens)

No comments