ads 728 X 90

Breaking News

Cium Aroma Tak Sedap, GNPK Malang Raya Investigasi Dugaan Penyelewengan Pembangunan KantorDesa Mojorejo

       Foto: Alex Yudawan, Ketiga Dari Kanan, Bersama Tim GNPK Kota Batu

MEMO online, Batu – Setelah sebelumnya menyoroti dugaan penyimpangan di kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Batu, kali ini Gerakan Nasional Pemberantasan Korupsi (GNPK), kembali menyoroti dugaan penyimpangan pembangunan kantor Desa Mojorejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu.

Karena saat ini, pembangunan kantor tersebut dihentikan. Sehingga GNPK Malang Raya, melakukan investigasi dan mengklarifikasi semua pihak terkait termasuk kepada masyarakat, terkait dihentikannya pembangunan kantor itu.

"Saat ini tim kami sudah melakukan investigasi dan klarifikasi kepada masyarakat. Sehingga ketika ditemukan bukti adanya tindak pidana korupsi, maka dalam waktu dekat. kami melaporkan ke pihak kejaksaan Negeri Batu, " kata Alex Yudawan ketua GNPK Malang Raya, Rabu (24/5/2017).

Namun begitu, GNPK tentunya akan berkoordinasi terlebih dahulu dengan kepolisian dan Kejaksaan Kota Batu, terkait penegakan hukum tindak pidana korupsi.

"Langkah-langkah hukum ini kami lakukan, berdasarkan laporan dan temuan masyarakat terkait pelanggaran undang-undang no 20 th 2001 perubahan dari Undang-undang no 31 th 1999 pasal 2 dan 3, " paparnya.

Akan tetapi dalam permasalahan ini, akan mengacu kepada asas praduga tak bersalah dengan mengedepankan bukti-bukti dan data secara otentik. 

"Sehingga, saat ini masyarakat Desa Mojorejo sudah sedikit timbul rasa tidak percaya kepada Pemerintah Desa. Karena dinilai tidak ada proses keterbukaan, selain itu GNPK Malang Raya Akan mengawal kasus ini sampai tuntas, " tukasnya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi Suwarno Kepala Desa Mojorejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, juga menyatakan awalnya adanya pembangunan kantor tersebut kerjasama bagi hasil. Akan tetapi banyak pertimbangan, maka kerja sama pemanfaatan lahan milik desa itu, yang di sewa oleh warung-wareg maka desa mojorejo meminta dibangunkan kantor.

"Dari pihak Pemdes Mojorejo, minta kantor tersebut dibentuklah panitia. Dan pembangunannya, selama 2 tahun. Dalam pengangunan tersebut harus selesai, alasanya kita harus bisa menjaga kualitas, dengan RAB yang diberikan senilai Rp 1, 473 miliar, " paparnya.

Lebih jauh, kerjasama tersebut dengan desa Mojorejo selama 15 tahun. Dan selanjutnya setiap 5 tahun sekali, ijin tersebut diperpanjang. Dan pembangunan kantor itu harus selesai pada 2017. Yang direncanakan 2 lantai, untuk lantai 1 sudah 90 persen pengerjaannya, dan lantai 2 masih dalam proses pengerjaan. (Dian/diens)

No comments