ads 728 X 90

Breaking News

Diduga Ditunggangi Kepentingan Politik, Toko Modern Tumbuh Subur di Batu


MEMO online, Batu – Saat ini, pertumbuhan toko modern di Kota Batu, Jawa Timur, kian menjamur.

Meski pertumbuhan minimarket tersebut akan mengancam pertumbuhan ekonomi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), namun keberadaan toko modern tersebut te
Sebab, dibalik tumbuh suburnya toko modern tersebut, diduga dibekingi oknum wakil rakyat di daerah tersebut.

Sehingga keberadaan toko modern itu, mengundang pro dan kontra di kalangan masyarakat, termasuk Cahyo Edi Purnomo Spd, SH. MH, ketua DPRD Kota Batu.
“Memang sampai saat ini belum ada aturan khusus yang di buat untuk pasar modern,”.kata Cahyo Edi Purnomo, saat di hubungi melalui  telepon selulernya, Senin (29/5/2017).

Menurutnya, meski saat sudah masuk  era Globalisasi, namun keberadaan pasar modern harus diatur sesuai aturan yang ada.

Termasuk  perihal jarak , letak maupun larangan keberadaan pasar modern di dekat  sarana tertentu. Karena perda tentang pasar modern memang sudah ada.

Namun begitu, DPRD Batu tidak bisa menyikapi secara langsung tentang menjamurnya pasar modern di Kota Batu.

“Karena untuk aturan keberadaan pasar modern ini sepenuhnya adalah tugas eksekutif, termasuk pemberian ijin atau pendirian toko modern.

Sedang tugas DPRD, adalah kewenangan politis  yang ada pada tiap-tiap komisi. Untuk urusan pemerintahan tugas komisi A. itupun hanya bisa mengawasi, mengontrol serta memberikan masukan.

“Dan jika ada Anggota Dewan, yang terlibat membekingi pembangunan indomaret dan alfamart saya akan memberikan Sanksi,” imbuhnya.

Sementara itu, dikalangan LSM dan Pedagang PKL yang berada di Kota Batu, Banyak yang mengindikasikan syarat-syarat perijinan pasar modern diduga banyak dipengaruhi kepentingan politis, yang akan merugikan pelaku UMKM di Kota Batu.

Sebagaimana yang dilontarkan  Alex Yudawan Ketua YUA (Yayasan Ujung Aspal) Kota Batu.

Menurutnya, Dinas Perijinan seharusnya  tegas, tidak serta merta memberikan ijin tanpa mengkaji terlebih dahulu,  efek yang akan ditimbulkan dari toko modern itu.

“Kan kasihan mas, pedagang kecil banyak dagangannya yang tak laku,” tutur Alex Yudawan.

Ditempat  terpisah Sahid, salah satu PKL di Kota Batu menyayangkan dengan menjamurnya Toko Modern.

"Sebagai pedagang kecil kami kelimpungan dengan menjamurnya toko modern, banyak dagangan kami yang tidak laku,” terangnya.

Bahkan pihaknya meminta wakil rakyat memihak pedagang kecil, dan bukan malah membekingi dan ikut meloloskan ijin Toko Waralaba tersebut.

Sekedar diketahui, dari hasil Investigasi memoonlines.com ke Dinas Perijinan yang sekarang berganti Dinas Penanaman Modal Dan Tenaga Kerja, ada beberapa staf yang mengakui bahwasanya beberapa anggota Dewan kerap mengawal proses perijinan Toko Waralaba tersebut.

"Kami tidak bisa berbuat banyak mas, pasalnya mereka (Dewan) selalu mengatasnamakan Pak Wali. Sehingga mau tidak mau kita disini akhirnya ya, memberikan iji,” kata sumber yang meminta namanya tidak disebut.  (Dian/diens)

No comments