ads 728 X 90

Breaking News

Diduga Ingin Melepaskan Pelaku Pengeroyokan Wartawan, Oknum Tokoh Masyarakat Pujon Dikabarkan Intervensi Polisi

Foto: Kasatreskrim Polsek Pujon, Ipda Hari Sugiantoro (Kanan) Saat Diwawancarai Wartawan 

MEMO online, Batu – Lantaran trindikasi ingin melepaskan pelaku pengeroyokan terhadap Supriyono, wartawan Delik Hukum, beberapa tokoh masyarakat Kecamatan pujon, Kota Batu, Jawa Timur, dikabarkan berusaha mengintervensi polisi Polsek Pujon, Jum’at (19/5/2017).

Tersiarnya kabar upaya intervensi membebaskan atau menangguhkan penahanan tersangka pengeroyokan yakni, Boneng alias Bowo dan Dika, oleh oknum tokoh masyarakat terhadap polisi Polsek Pujon, dibenarkan oleh Nuriazil (50), salah satu warga masyarakat Pujon. 

Sebab kedua tersangka pengeroyokan wartawan tersebut, masih kerabat dari Iran Sumitro, yang biasa dipanggil Big Bos Penjual Miras di Pujon oleh masyarakat. .

 Apalagi, kedua tersangka pengeroyokan wartawan yang juga warga Pujon tersebut, kini ditahan di Polres Kota Batu, dengan ancaman hukuman penjara tujuh tahun sesuai dengan KUHP pasal 170 yakni, tentang pengeroyokan 

"Pak Sumitro, atau yang biasa dipanggil Big bos oleh masyarakat sini, adalah  orang berpengaruh di Pujon. Apalagi dua tersangka pengeroyokan wartawan itu, masih kerabatinya. Jadi wajar kalau tokoh masyarakat melakukan intervensi dan menekan polsek Pujon," kata Nuriazil (50), salah satu warga masyarakat Pujon.

Menyikapi kasus tersebut, Supriyadi, SH direktur LP3K (Lembaga Penyelidikan Pemantau Dan Pemberantasan Korupsi) Jawa Timur, mengatakan, jika Polsek Pujon merupakan lembaga penegak hukum negara, yang tidak boleh keder hanya karena intervensi sekelompok masyarakat.

"Jangan sampai Polsek Pujon mau diintervensi siapa saja," kata Supriyadi, SH direktur LP3K (Lembaga Penyelidikan Pemantau Dan Pemberantasan Korupsi) Jawa Timur.

Apalagi, ungkap dia, salah satu pelaku pengeroyokan itu yakni, Bowo alias Boneng sering sekali melakukan penganiayaan serupa, yang akhirnya berujung damai.

"Masa karena kerabat big bos, punya pengaruh di Pujon dan berkantong tebal punya uang banyak, polisi terpengaruh. Saya yakin polisi, meskipun di Polsek Pujon sekalipun tak akan mudah goyah dan terpengaruh dengan upaya -upaya intervensi itu," imbuhnya.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Pujon Ipda Sugiantoro, SH menampik adanya kabar tersebut. Menurut dia tidak ada tekanan dan intervensi dari pihak manapun.

"Kalau ada intervensi atau tekanan, saya rasa tidak ada. Lagi pula, polisi tidak akan mau ada intervensi dari siapapun dalam menjalankan tugasnya. Yang penting polisi tidak main - main menangani perkara ini sesuai SOP Kepolisian," jelasnya.

Disinggung terkait dengan soal penahanan terhadap dua tersangka, diakui dia bila ada perpanjangan penahanan terhadap kedua pelaku selama 40 hari. Perpanjangan penahanan itu, yakni mulai hari Kamis (17/5) sampai dengan hari Selasa (27/6) mendatang.

"Ya memang ada perpanjangan penahanan terhadap dua tersangka pengeroyokan wartawan. Hal itu kami lakukan untuk melengkapi berkas penyidikan. Sebab masih ada berkas - berkas yang perlu dilengkapi lagi," Pungkasnya. (Dian/diens)
                       

No comments