ads 728 X 90

Breaking News

Ditipu Kontraktor Yang Mengaku Adik Wali Kota, Pengusaha Roti Asal Tulungrejo Lapor Polisi


MEMO online, Batu – Lantaran merasa ditipu oleh seorang kontraktor  inisial asal AS, pengusaha roti asal Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, yakni Khamim Tohari, lapor  polisi. Senin (29/5/2017).

Khamim Tohari mengaku terpaksa melaporkan AS, lantaran pria yang mengaku  adik Wali Kota Batu itu, hanya memberikan janji-janji palsu.

Sehingga pihaknya tidak tahan, dan membawa kasusnya itu ke ranah hukum.

Diceritakan, perkenalannya dengan AS itu, bermula dari dikenalkan Budi Sasmito alias Leo, yang bekerja di Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (BP3AKB) di Pemkot Batu.

Setelah berkenalan, AS yang biasa disebut (Agus Badak) yang waktu itu ditemani Leo, menjanjikan proyek di Dinas Pertanian Kota Batu, senilai Rp 1,5 miliar pada tahun 2015 silam.

“Syaratnya harus bayar fee di depan 20 persen dari total proyek itu,” kata Khamim Tohari, Selasa (30/5/2017).

Khamim Tohari mengaku setuju dengan persyaratan tersebut. Lalu dia mengaku membayar Rp 300 juta pada AS, dan disaksikan perantaranya, Budi Sasmito pada bulan September 2015.

Setelah ditunggu-tunggu ternyata proyek yang dijanjikan tak kunjung diberikan pada Khamim Tohari. Malah, AS berjanji mau memberi pekerjaan proyek lain di taman di halaman Kantor Among Tani.

Anehnya, AS masih minta syarat lagi, yakni meminta fee sebesar Rp 30 juta Khamim Tohari, dan diharus dibayar didepan.

“Untuk uang yang Rp 30 juta itu ada bukti penerimaannya berupa kuitansi bermaterai 6000. Sehingga totalnya menjadi Rp 330 juta,” jelasnya.

Namun setelah ditunggu, proyek yang dijanjikan AS, tidak juga muncul.

Karena tidak ada tanda – tanda AS mau merealisasikan proyek yang dijanjikan, Khamim Tohari, akhirnya meminta menyelesaikan masalah tersebut secara baik-baik.
Tapi upaya tersebut tak juga membuahkan hasil, sehingga Khamim Tohari didampingi isterinya Sumarlik, melaporkan kasus tersebut ke Polres Batu.

Sementara itu, AS yang mengklaim sebagai adik Walikota ER itu sampai berita ini ditulis, belum bisa memberikan keterangan. Saat dikonfirmasi via ponselnya belum ada respon. Bahkan SMS juga belum dibalas.

Sementara Leo, perantara dari kasus tersebut tidak bila urusan AS dengan Khamim Tohari belum rampung. Bahkan saat diberitahu jika kasusnya dilaporkan ke polisi oleh korban, Leo menanggapi secara dingin dan santai.

“Ya, gak apa-apa mau apa lagi. Soal uang, ya Pak Khamim sendiri dan Pak Agus kan pernah saling ketemu,” ungkap Leo.

Disinggung besaran uang yang diterima AS dari Khamim Tohari, Leo enggan menjelasankan. Pihaknya mengaku lupa besaran uang yang diserahkan Khamim Tohari kepada AS.

“Saya lupa besarannya berapa, tapi kalau sampai terjadi perkara, ya terserah. Saya hanya sebatas membantu dan memfasilitasi. Dan uang itu saya kasih ke dia (Agus Badak-red),” tuturnya.

Sedangkan Leo sendiri awalnya mengaku tidak dapat apa-apa.

“Saya tidak dapat apa-apa. Kan penyerahan uang itu ada Pak Khamim. Memang sebagian ke saya dan sebagian lagi ke dia (Agus Badak-red),” akunya.

Meski kasus tersebut sudah dilaporkan Khamim Tohari ke polisi di Polres Kota Batu, namun pihak Kepolisian Polres Kota Batu, belum ada yang berani memberikan keterangan.

Bahkan hingga berita ini diturunkan, Polres Batu belum bisa dikonfirmasi. (Dian/diens)

No comments