ads 728 X 90

Breaking News

Kebanjiran Wisman, Fasilitas Umum Museum Kraton Sumenep Belum Memadai


MEMO online, Sumenep – Setelah dibanjiri ratusan wisatawan manca negara (wisman) Fasilitas umum yang ada di Musemum Keraton Sumenep, Madura Jawa Timur, ternyata belum memadai.

Fasilitas umum seperti, ketersediaan kamar mandi dan fasilitas parkir, masih perlu pembenahan, lantaran belum mampu menampung  para wisman yang datang.

Kondisi tersebut disanyangkan oleh Jubriyanto, Anggota Komisi IV DPRD Sumenep, itu mengungkapkan mestinya fasilitas umum dibangun guna sebagai penunjang bagi wisatawan. Harapannya, wisatawan betah saat berkunjung.

Apalagi setidak tujuh situs di Museum Kraton telah ditetapkan sebagai cagar budaya. Ketujuah situs itu diantaranya Labang Mesem, Pendopo Kraton, Mandiyoso (koridor menuju pendopo kraton), Kantor Koening, Kraton Tirtonegoro, Kantor Ambtenaar (sekarang kantor Disparbudpora), Toghur Ghenta dan Taman Sare.

”Ini kan membuat pengunjung merasa tidak aman saat berkunjung di Museum. Coba ada tempat parkir kan mereka pasti aman,” katanya, Selasa, 15 Mei 2017.

Akibat tidak adanya tempat parkir sejumlah kedaraan milik wisatawan terpaksa diparkir di sembarang tempat, termasuk di depan Labeng Misem, dan di sepadan jalan Dr Soetomo. Kondisi tersebut, mengganggu aktifitas laju kemdaraan yang lalu lalang setiap hari.

"Mestinya pemerintah daerah menyediakan lahan parkir khusus pengunjung. Karena itu dikelola oleh Pemerintah," jelasnya.

Ahmadi Muni salah satu pengunjung mengatakan dirinya merasa tidak nyaman saat berkunjung di Museum Kraton. ”Kalau masuk dalam kraton masih was-was, takut kendaraan kami apa-apa,” katanya saat ditemui.

Dikatakan, sepanjang dirinya berkunjung ke tempat wisata di sejumlah daerah, bisa dipastikan selalu ada tempat parkir pengunjung. Salah satunya, wisata Candi Borobudur yang pernah masuk tempat wisata tujuh ajaib di Dunia.

"Kalau di Malang semua tempat wisata yang dikelola pemerintah pasti ada tempat parkirnya. Seperti Museum Brawijawa, dan juga meseum Bungkarno di Blitar," terangnya.

Tidak hanya itu, diberbagai kota besar seperti Yokyakarta, Probolinggo dipastikan ada tempat parkir. Bahkan, tempat parkir didesain modern, seperti tempat parkir indoor.

"Sepanjang saya mengunjungi tempat bersejarah, hanya di Sumenep yang tidak ada, seperti Asta Tinggi dan Meseum Kraton," tegasnya.

Menurutnya, bagi wisatawan tempat parkir termasuk salah satu kebutuhan yang sifatnya urgen. Karena menyangkut keamanan dan kenyamanan mereka saat berkunjung.

"Saya lihat pemerintah utamanya Disbudparpora terkesan setengah hati membangun tempat wisata. Banyak potensi wisaya di Sumenep yang terbengkalai," tegasnya.

Kepala Disparbudpora Sumenep, Sufiyanto membenarkan fasilitas umum belum memadai, termasuk belum adanya tempat parkir bagi wisatawan. Namun, pihak Disparbudpora saat ini telah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) setempat.

Namun menurutnya, untuk pembangunan parkir di area Museum tidak menjadi prioritas. Karena Pemerintah Daerah telah membangun res area. Saat ini pembangunan res area di Terminal Lama sedang berlangsung.

”Bisa saja nanti tempat parkir tidak butuh, karena semua transportasi termasuk milik wisatawan akan parkir di res area. Semua kendaraan pariwisata kami sudah siapkan nanti. Inyaallah tahun 2018 sudah mulai dioperasikan,” ungkapnya.  (edy/diens)                      

No comments