ads 728 X 90

Breaking News

Kepala Desa di Batu Resah, Dana Desa Miliaran Rupiah Sejak 2015 – 2017 Tak Cair

                                  Foto: Kantor Block Office Among Tani Pemkot Batu 

MEMO online, Batu – Belum cairnya Dana Desa (DD) senilai puluhan miliar rupiah pada masing – masing desa di Kota Batu, membuat Kepala Desa (Kades) di “Kota Apel” ini mendadak bingung.

Pasalnya anggaran DD yang bersumber dari anggaran Pemerintah Pusat tersebut, sejak tahun 2015 hingga tahun 2017 ini, tak kunjung dicairkan.

Kepala Bagian Pemerintahan Pemkot Batu, Suliyanah ketika dikonfirmasi memoonlines.com via WA (WhatApps) terkait DD tersebut, hanya menyebutkan bahwa tidak ada masalah dengan dana desa.

“DD di tahun 2016 itu cair kok mas,” kata Suliyanah, Kamis (25/5/2017).
Ditanya dengan cairnya DD di tahun 2016, kok para Kades tidak mengetahui...?? Lantas DD 2017 apakah juga cair...?? Suliyanah tidak menjawab, bahkan memoonlines.com di suruh tanya ke Bagian Pemberdayaan.

" tanya ke Bagian Pemberdayaan saja mas,” cetusnya via WA (WhatApps)
Sementara Bagian Pemberdayaan saat dikonfirmasi terkait  DD 2016 apa sudah cair pak...?? Abu Sufyan kepala dinas pemberdayaan, malah menyuruh memo tanya ke Bagian Pemerintahan.

"Tanya ke Bagian Pemerintahan saja mas," pintanya via WA (WhatApps).

Sementara itu menurut dari sejumlah Kades di wilayah Pemkot Batu, yang mewanti - wanti namanya tidak mau disebutkan, terkesan memang sengaja tidak dicairkan ke setiap desa. Tentu dengan berbagai dalih penyebab macetnya pencairan DD tersebut.

Kades itu mengungkapkan, DD tahun 2015 anggaran sekira Rp 6,4 miliar, tahun 2016 kisaran Rp14,6 miliar, tahun 2017 sekitar Rp18,8 miliar.

“Terhitung sejak tahun 2015 silam, pencairan anggaran untuk desa tersebut, tak jelas arahnya kemana,” kata Kades yang minta namanya tidak disebutkan namanya.

Sedangkan keterangan dari Kades lain menyebutkan, dana desa tahun 2016 tidak dicairkan ke setiap desa. Alasannya, karena untuk DD tahun 2015 silam, pada saat ditransfer ke rekening APBD, dengan jangka waktu yang amat mendesak.

Pada saat transfer uang DD kala itu, pada 14 November 2016 silam, maka desa tidak berani merealisasikan untuk kegiatan.

“Penyebabnya karena waktu yang sangat mepet, antara jeda waktu transfer uang DD dengan pembuatan SPJ,” jelasnya.

Yang perlu diketahui, kata dia, dengan jangka waktu mepet antara transfer uang dengan pembuatan SPJ, waktunya hanya dua pekan.

“Ada apa di balik diulur-ulurnya pencairan DD tersebut? Sedangkan masyarakat desa juga membutuhkan karena tidak cukup anggaran di desa kalau hanya mengandalkan Anggaran Dana Desa (ADD) yang bersumber dari Pemkot Batu,” terang Kades ini dengan nada kesal. (Dian/diens)

                       

No comments