ads 728 X 90

Breaking News

Kesadaran Masyarakat Minim, Lebih Dari Separuh Jumlah Anak di Bekasi Tidak Memiliki Akta Lahir


MEMO online, Bekasi – Minimnya kesadaran masyarakat terkait akta lahir, dinilai sebagai faktor utama rendahnya kepemilikan akta lahir bagi anak.
 
Berdasarkan data Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Bekasi, hingga Mei 2017, pertumbuhan jumlah anak di daerah tersebut, mencapai 712.160 jiwa.

Namun dari jumlah tersebut, mayoritas, atau sekitar (53,31%,) anak tidak mempunyai akta kelahiran. Sementara 46,69%,  atau sekitar 332.523 anak atau 46,69%,  dari  712.160 jumlah anak, sudah didaftarkan dan memiliki akta lahir.

“Memang masih banyak orang tua yang tidak membuatkan anaknya akta kelahiran. Padahal berbagai kemudahan terus kami lakukan,” kata Alisyahbana, Kepala Disdukcapil Kabupaten Bekasi, Kamis (18/5/2017).

Menurutnya, kesadaran masyarakat untuk tertib administrasi kependudukan minim. Di Kabupaten Bekasi, kata dia, orang tua kerap belum memiliki nama saat anaknya lahir. Namun, setelah menentukan nama, para orang tua justru melewatkan pembuatan akta.

“Jadi kan biasanya itu anak yang lahir belum punya anak. Paling cepat itu biasanya setelah tujuh hari baru diberi nama, biasanya setelah ada prosesi bubur merah dan bubur putih. Namun setelah itu masyarakat melupakan akta kelahiran anaknya. Hingga baru sadar kalau akta kelahiran itu penting saat anaknya mau masuk sekolah atau untuk urusan lain,” paparnya.

Ali mengatakan, akta kelahiran merupakan adimistrasi penting yang wajib diurus. Akta kelahiran merupakan salah satu syarat utama dalam berbagai hal, seperti masuk sekolah hingga perjalanan haji. Hanya saja, banyak masyarakat yang tidak menyadari itu sehingga akta kelahiran terlewatkan.Menurut Ali, dalam beberapa kesempatan, pihaknya bahkan kerap melayani pengajuan akta kelahiran bagi para orang tua. 

“Jadi bukan cuma anak, banyak yang sudah kakek nenek ternyata memang tidak punya akta kelahiran. Mereka akhirnya mengurus, biasanya untuk naik haji. Bahkan ada yang umur 50 tahun lebih baru diurus,” ucapnya.

Lebih lanjut dikatakan Ali, proses pembuatan akta kelahiran terbilang mudah dan tanpa biaya. Orang tua hanya perlu melampirkan surat kelahiran dari rumah sakit atau bidan serta kartu keluarga. Prosesnya pun terbilang cepat, bahkan dapat diakses dalam jaringan (online).

“Jadi tinggal didaftarkan saja melalui online,nanti kami urus. Setelah itu pemohon datang ke kantor untuk menyampaikan persyaratannya, terus aktanya tinggal diambil. Proses ini sudah berlangsung. Tapi memang masih ada yang belum paham. Untuk itu kami juga harus jemput bola, pelayanan ke setiap desa. Prosesnya gratis, makanya harus diurus sendiri,” pungkasnya. (Bam/diens)

No comments