ads 728 X 90

Breaking News

Khamim Tohari: Pelaku Penipuan Yang Mengaku Adik Walikota Batu Itu Dibekingi Oknum Kepala Dinas


MEMO online, Batu – Pelaku penipuan oknum kontraktor dan sebagai adik Wali Kota batu Eddy Rumpoko dengan  pemungutan fee proyek 20 persen terhadap Khamim Tohari, diduga dibekengi oknum kepala dinas pemkot Batu.

 “Memang mengenalkan saya dengan AS pertama kali adalah Budi Sasmito alias Leo. Tapi setelah berkenalan, saya merasa semakin yakin dengan janji Agus Badak karena di belakangnya disebut-sebut ada oknum Kepala dinas pemkot Batu, yang juga memberikan rekomendasi,” kata Khamim Tohari, Rabu (31/5/2017).

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, untuk melancarkan aksinya, AS mengaku adik Wali Kota Batu yakni, Eddy Rumpoko, dan menjanjikan sejumlah proyek pada korbannya dengan modus minta fee sebanyak 20 persen.

Namun setelah fee 20 persen diterima, proyek yang dijanjikan pelaku tak kuncung turun. Sehingga yang bersangkutan dilaporkan ke polisi oleh Khamim Tohari, salah satu korban. Karena, AS, telah mengingkari janjinya, utamanya soal pemberian proyek yang dijanjikan.

Padahal, proyek tersebut sebagaimana dijanjikan AS senilai Rp 1,5 miliar di Dinas Pertanian Kota Batu sudah dijanjikan tahun 2015 lalu. Sementara syarat permintaan fee di depan sebesar 20 persen dari pagu proyek atau setara Rp 300 juta sudah dikasihkan korban.

“Uang sebesar Rp 300 juta itu diserahkan dua kali, ada surat perjanjiannya kok mas,” papar Khamim Tohari.

Menurutnya, pihaknya berani memberikan fee sebesar itu pada AS melalui Leo, karena oknum Kadis yang membekingi, dan menjamin proyek itu ada.

“Pada tahap pertama transaksinya, di Warung Wareg di Kota Batu sebesar Rp 150 juta. Sedangkan pembayaran tahap kedua, dilakukan di rumah saya di Jalan Diponegoro Kota Batu sebesar Rp 150 juta,” jelasnya.

Untuk meyakinkan hal tersebut, lanjut Khamim, pada saat itu Leo sebagai perantaranya menyebutkan bahwa di dalam buku perjanjian tersebut juga dibubuhkan tanda tangan atau paraf oknum Kepala Dinas di Pemkot Batu itu.

Sementara itu menyikapi kasus penipuan tersebut, Direktur Lembaga Pemantau Penyelenggara Keuangan Negara dan Daerah (LP3KND) yakni, Supriyadi, SH angkat bicara, ia meminta agar aparat penegak hukum terutama polres Batu segera memanggil pelaku. Sebab, menurut dia, dugaan pungutan fee proyek ini bisa dijadikan petunjuk awal untuk penyelidikan polisi.

“Jika disebut-sebut ada oknum Kepala dinas pemkot Batu, yang ikut membekingi ya harus diperiksa. Itu untuk dimintai keterangan,” ungkapnya.

Bahkan, tandas dia, semua proyek yang ada di Kota Batu patut segera diselidiki. Sebab, kata dia, jika fee awalnya sudah besar maka otomatis kwalitas proyeknya patut diragukan.

Karena itu, dia berharap sekali agar aparat penegak hukum tidak ragu-ragu untuk melakukan penyelidikan, walaupun pelakunya adik dari Walikota Batu. Sehingga, kasus serupa tak terulang lagi. (Dian/diens)

No comments