ads 728 X 90

Breaking News

Lamban, Korban Perampokan Banyuwangi Minta Polisi Segera Bertindak


MEMO online, Banyuwangi – Lambannya penanganan kasus perampokan dan penganiayaan yang menimpa Sutikno, salah satu warga Desa Wongosorejo, Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, mendapat sorotan tajam korban.

Pasalnya, kasus perampokan yang sudah dilaporkan kepihak kepolisian sektor Wongsorejo, minggu lalu tepatnya, Rabu (10/4/2017), masih jalan ditempat dengan alasan kesulitan barang bukti (BB).

“Saya sudah lapor kepolsek mas agar pelakunya bisa ditangkap karna ada saksi mata yang sempat melihat salah satu pelaku,” kata Sitikno, Rabu (17/5/2017).

Lanjut Sutikno, untuk itu saya sebagai korban akan terus meminta pihak kepolisian untuk segera mengungkap pelaku. Karena menurutnya sudah bukan alibi atau indikasi lagi tapi sudah mengarah ke dugaan kuat, tetapi pihak polsek Wongsorejo belum berani untuk menahan dan diperiksa.

“Saya akan terus menuntut keadilan karna saya telah banyak dirugikan, selain mengambil barang dan menganiaya saya, rumah saya juga dihancurkan dengan ledakan 4 kali,” imbuhnya.

Sementara Siswanto, kanit reskrim polsek Wongsorejo saat dikonfirmasi menyatakan, hingga saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait kasus tersebut.

“Iya mas, sampai sekarang kita masih kesulitan barang bukti (BB) untuk menangkap dan menetapkan tersangka, jadi kita belum berani mengambil tindakan,” jelasnya.

Kepala desa Wongsorejo, Imam Martin juga berharap pihak kepolisian segera bertindak  dan segera mengungkap serta menangkap pelakunya. Sehingga polisi bisa menyelesaikan permasalahan sebelumnya yang dialami korban terkait permasalahan tanah.

“Sebelumnya juga ada persoalan tanah, bermula dari tanah yang sudah dibeli pada tahun 2014 dan dikuasai korban selama 2 tahun tetapi kesulitan dalam pembuatan akta jual beli ke PPAT dan juga penyertifikatan ke BPN karena penjual menolak untuk memberi kelengkapan berkas,” terang Kades Wongsorejo.

Selain itu juga tanda tangan ke pembeli padahal jual beli pada tahun 2014 sudah dibayar lunas dan sudah sempat dibuatkan perjanjian jual beli dari desa. (Irl/diens)

No comments