ads 728 X 90

Breaking News

Laporan Dugaan Penyalahgunaan Penyaluran BBM Masalembu, Sedang Didalami Kapolres


MEMO online, Sumenep – Setelah mendapat laporan warga terkait dugaan penyalahgunaan pendistribusian Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi di Kecamatan/Pulau Masalembu, Kapolres Sumenep, Madura, Jawa Timur AKBP H Joseph Ananta Pinora, mengaku sudah mendalami laporan tersebut.

Pihaknya bersama petugas intel sedang mengkaji laporan tersebut, untuk selanjutnya ditindak lanjuti.

”Laporannya sudah masuk, intel saya suruh pelajari,” kata Kapolres Sumenep, AKBP H Jospeh Ananta Pinora, Jum’at (19/5/2017).

Menurutnya, kajian itu perlu dilakukan sebelum dilakukan penindakan. Karena pihaknya selalu berhati-hati dan tidak serta merta melakukan penindakan. 

Sebab, jika penindakan dilakukan secara berlebihan akan berdampak nigatif bagi warga setempat.

Secara administratif Kecamatan Masalembu juga terdiri dari beberapa pulau. Jumlah pulau sebanyak 4 buah dengan komposisi 3 pulau berpenghuni, antara lain Masalembu, Masakambing, dan Karamian. Sedangkan 1 pulau lainnya tidak berpenghuni, yaitu pulau Kambing.

Saat ini di Masalembu terdapat dua APMS, namun yang diduga kuat mendistribusikan BBM tanpa melalui Dispenser hanya APMS yang berada di Desa Masalima. Kondisi tersebut telah dilaporkan oleh warga setempat kepada Kepolisian setempat dan Kementrian Dalam Negeri.

”Kami lihat dan cek pidananya apa, terus kalau dilakukan penegakan hukum dampaknya gimana. Jangan sampai setelah ada penindakan yang berlebihan suplai minyak terhambat,” jelas Mantan Kasat Intel Polrestabes Surabaya ini.

Apalagi kata Pinora, di Masalembu terdapat dua pengusaha agen penyalur minyak dan solar (APMS), dikhawatirkan laporan yang disampaikan merupakan buntut dari persaingan bisnis. Apalagi terkait pendistribusian BBM juga melibatkan instansi lain, seperti Pemerindah Daerah, Pertamina dan juga Pengusaha. Sehingga, untuk menyelesaikan persoalan harus duduk bersama.

”Saya tidak mau diperalat seperti itu,” jelasnya.

Saat ini kata Pinora, dirinya telah memerintahkan intel untuk membuat skema kondisi persoalan BBM di Masalembu yang diduga bermasalah.

”Nanti tak suruh intel saya bikin skema, skema yang pas seperti apa, yang tepat seperti apa, skema yang terjadi dilapangan seperti apa. Yang jelas itu harus duduk besama, kalau satu di represif, yang lain tepuk tangan. Saya tidak mau juga, sama-sama tidak kenal sama orangnya, hati-hati juga itu. Sik-sik tak cari solusi dulu, minggu depan gimana, itu intel saya sudah jalan,” pungkasnya.

Sementara Pemilik APMS 5669402 Hasama belum bisa dimintai keterangan, saat dihubungi melalui sambungan teleponnya tidak merespon meskipun nada sambungnya terdengar aktif. (edy/diens)

No comments