ads 728 X 90

Breaking News

Miris, Sekitar 3.800 Anak Usia SD di Sumenep Memilih Jadi Pekerja Ketimbang Menuntut Ilmu


MEMO online,Sumenep - Kesadaran masyarakat di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, terkait pendidikan masih minim. Buktinya, banyak anak usia sekolah dasar (SD), sudah menjadi pekerja.

Sebagaimana data dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Sumenep, tahun 2013 ada sekitar 3.800 anak usia sekolah, memilih menjadi pekerja.
Entah apa penyebabnya, entah karena hempitan ekonomi atau karena faktor lain, hingga mereka memilih jadi pekerja, ketimbang menuntut ilmu.

”Itu data tahun 2013, hingga saat kini belum ada ubdate data baru. Tahun ini insyaallah akan dilakukan pendataan kembali,” kata Muhammad Fadillah, Kepala Disnakertrans Sumenep, Rabu (17/5/2017).

Mantan Kepala Dinas Perhubungan itu mengungkapkan selama ini dirinya sering melihat anak usia SD, sudah bekerja menjadi pemulung.

Sementara untuk anak usia SMP dan SMA, memilih menjadi pengamen serta pekerjaan lainnya.

Kondisi tersebut kata Fadillah, kondisi tersebut tentu miris siapa saja, dan akan menjadi perhatian kedepan.

Sebab selama ini belum ada program pencegahan pekerja anak. Untuk itu dirinya akan mengupayakan untuk menganggarkan di perubahan anggaran (PAK) tahun 2017.

”Kami upayakan program ini akan menyasar ke 150 sampai dengan 200 anak, agar mereka tidak lagi bekerja tapi mementingkan pendidikan,” paparnya.

Selain itu, pihaknya akan berupaya melakukan pendekatan secara persuasive kepada orang tua, agar orang tua lebih memilih mengutamakan pendidikan anak – anak mereka, ketimbang pekerjaan.

”Biasanya jika anak – anak sudah bekerja, atau dipekerjakan, kebanyakan cenderung mengabaikan pendidikan,” pungkasnya. (edy/diens)

No comments