ads 728 X 90

Breaking News

Tumbuh Subur Sampai Pelosok Desa, Ternyata Pertamini Belum Punya Payung Hukum


MEMO online, Sumenep – Suburnya pertumbuhan pertamini sejak dua tahun terakhir di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, tidak dibarengi payung hukum yang jelas.

Pertamini yang tumbuh dan berkembang  lebih dari lima penegelola disejumlah kecamatan daratan, dengan tujuan mempermudah pendistribusian BBM kepada konsumen, masih belum memiliki payung hukum yang jelas.

Sehingga, pendistribusian BBM melalui pertamini masih dianggap illegal, lantaran tidak mendapat surat rekomendasi dari Pemerintah Daerah, untuk mendapatkan BBM di SPBU.

”Sampai saat ini belum ada payung hukumnya, bahkan pemerintah daerah tidak pernah satupun mengeluarkan izin, baik izin operasional maupun IMB (izin mendirikan bangunan),” kata Mustangin, Kepala Bagian Perekonomian, Setkab Sumenep, Sabtu 927/5/2017).

Sementara tidak dikeluarkannya izin oleh Pemerintah Daerah itu karena regulasi dari atas belum ada yang mengatur, baik Undang-undang, Peraturan Pemerintah, maupun dari Pertamina.

Menurutnya, pertumbuhan Pertamini secara tidak langsung berpotensi mematikan pengecer bensi yang telah lama beroperasi. Sebab, banyak pengecer selama ini yang tidak mendapatkan premium di SPBU. Itu disebabkan karena pihak SPBU telah menjual bensin kepada pengelola Pertamini.

Selain itu, sejumlah pengendara yang sebelumnya biasa memilih membeli bensin diplosok, saat ini tidak lagi. Mereka lebih memilih membeli BBM di pertamini, dengan alasannya lebih mudah terjangkau.

”Kami sudah duduk bersama, baik pengelola SPBU maupun Pertamina. Kenapa SPBU jor-joran menjual BBM kepada Pertamini, karena SPBU belum tahu dan Pertamini diangap sudah punya izin dari Pertamini, padahal tidak,” pungkasnya.

Kendati demikian, pihaknya akan terus berupaya untuk mencari solusi sehingga pendistribusian BBM kepada konsumen tidak tetap lancar.  (edy/diens)                      

No comments