ads 728 X 90

Breaking News

Enam Belasan Tahun Menjadi Pahlawan Devisa, Setelah Stroke Wanita Situbondo Ini Dipulangkan Dari Arab Saudi


MEMO online, Situbondo – Sungguh malang nasib Karsila (52), asal Desa Karang Tekok, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo ini.

Pasalnya, Wanita paruh baya yang sudah belasan tahun menjadi pahlawan devisa di Arab Saudi, dipulangkan dari tempat kerjanya, lantaran menderita stroke sejak setahun lalu.

Saat ini Karsilah, nama wanita asal Situbondo ini, hanya terbaring lemas di Puskesmas Banyuputih, tanpa bisa berbuat apa – apa.

"Saya bekerja di Arab Saudi selama 16 tahun. Dan suami saya, meninggalkan saya dan menikah lagi saat saya setahun di sana," tuturnya pada awak media, Kamis (1/5/2017).

Mata wanita tersebut tampak menerawang menatap langit-langit, seakan ada beban yang sangat berat, sedang  bergelayut dipikirannya.

Lebih menyedihkan, kaki dan tangan kiri wanita tersebut sudah tidak bisa digerakkan lagi.Sesekali ia memperbaiki posisi tidurnya yang tampak tak nyaman.

"Rumah saya di Karang Tekok dijual anak saya. Sekarang saya di Sukorejo tinggal dengan pak lik, adik bungsu almarhum ibu. Lalu anak saya pergi entah ke mana," terang Karsila.

Tangisnyapun pecah mengingat penderitaan yang dialaminya, sejak berangkat ke Arab Saudi, bahkan sampai ia dipulangkan ke kampung halamannya. Sehingga ia tak henti-hentinya menyebut asma Allah, sebagai luapan kesedihannya.

"Saya tak punya siapa- siapa. Saya tak mau terus tinggal dengan pak lik dan menyusahkan pak lik. Saya tak punya saudara. Gak tau hidup saya ke mana ini.Kondisi sakit lumpuh seperti ini, anak saya satu-satunya meninggalkan saya.Ya Allah, Hanya Engkau yang akan menolong saya," kembali tangisnya pecah.

Menurut Ustad Abdul Samad (60), paman Karsila, keponakannya tersebut sering dititipkan ke mana -mana oleh NL (35), anak Karsila.

"Terakhir Karsila dititipkan NL ke Bondowoso. Terus terang saya kecewa dengan NL. Masalahnya, kiriman dari Karsila selama di luar negeri tidak ada kejelasan. Eh, justru rumah ibunya sendiri dijual berikut isinya," terang Ustad Abdul Samad. (Sjp/diens)

No comments