ads 728 X 90

Breaking News

Geger ! Pasutri Asal Ambunten Temukan Bayi Merah di Rubaru


MEMO online, Sumenep - Warga Desa Kalebengan, Kecamatan Rubaru, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, digegerkan penemuan bayi merah, di pinggir jalan raya desa setempat, Kamis (8/6/2017) sekitar 19.00. Wib.

Bayi merah yang diperkirakan masih berumur 8 jam itu, ditemukan oleh Baisuni (45), dan Asniyah (34), pasangan suami isteri asal Dusun Congkak, Desa Beluk Kenek, Kecamatan Ambunten, sepulang dari mengirim anaknya di Pondok.

"Bayi itu kami temukan dibawah lampu PJU (penerang jalan umum), sepulang kami dari mengirim anak di pondok,” kata Baisuni, saat dimintai konfirmasi di rumahnya, Jum’at (9/6/2017).

Menurutnya, bayi tersebut ditemukan di sebuah pertigaan tepatnya sebelah timur Ponpes milik (Alm) K.H. Amsyar, Desa Kalebengan, Rubaru, sepulang dari pasutri asal Ambunten, mengirim anaknya di salah satu pondok pesantren di Sumenep.

Waktu itu, Baisuni bersama Asniya (isterinya) mengendarai sepeda motor dari arah timur dengan kecepatan sedang.

Namun, sesampainya di pertigaan Desa Kalebengan, Baisuni dan Asniya dikejutkan suara tangisan bayi, persis samping tiang PJU.

Setelah didekati, ternyata tangisan tersebut benar berasal dari tangis bayi laki – laki, yang ditinggalkan orang tuanya.

Bayi tersebut, terbungkus selimut bayi, yang disampingnya terdapat 1 dos susu merk SGM Ananda Soya, serta dot bayi dan satu botol kecil air mineral. Saat baru ditemukan kondisi bayi dalam keadaan sehat.

Setelah itu, bayi tidak berdosa itu langsung diambil dan dibawa ke rumah Mariyam (50), saudara Baisuni, warga Dusun Kalebengan Daya, Desa Kalebengan Kecamatan Rubaru, yang jaraknya tak jauh dari lokasi penemuan.

Tentu saja, penemuan bayi tak berdosa itu, menyedot perhatian warga setempat. Masyarakat sekitar terus berdatangan, untuk mengetahui secara pasti bayi malang itu.

"Setelah bayi itu kami bawa ke rumah saudari saya, para tetangga maupun masyarakat, pada berdatangan,” paparnya.

Kasubag Humas Polres Sumenep AKP Suwardi membenarkan peristiwa itu. Menurutnya sesuai hasil pemeriksaan tim medis bayi tersebut diperkirakan masih berumur 8 jam. 

"Keterangan dari bidan desa bayi itu diperkirakan lahir sekitar pukul 11.00-12.00 WIB," katanya.

Menurutnya, kasus tersebut saat ini sudah ditangani aparat kepolisian. Saat ini petugas kepolisian Sektor Rubaru tengah mendalami dan mengumpulkan barang bukti guna mengetahui motif dan pelakunya.

"Mengenai pelaku atau orang tua bayi itu masih kami lidik," pungkasnya. (Edy/diens)

No comments