ads 728 X 90

Breaking News

Masyarakat Guluk – Guluk Geram, Bantuan Rastra di Daerahnya Susut 3 Kg.


MEMO online, Sumenep - Pendistribusian bantuan beras bagi keluarga sejahtera (Rastra) 2017 mulai didistribusikan. Namun, pendistribusian disinyalir tidak sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan pemerintah. Mestinya setiap daftar penerima manfaat (DPM) menerima beras bersubsidi 15 Kg setiap bulan, hanya menerima sekitar 12 Kg.

Salah satunya yang terjadi di Desa/Kecamatan Guluk-Guluk, Sumenep, Madura, Jawa Timur. Setiap DPM dikabarkan hanya menerima rastra sebanyak 12 Kg. Sehingga mengalami penyustan sebanyak 3 Kg.

"Pendistribusiannya sudah sesuai dengan aturan, yakni didistribusikan kepada DPM. Tapi setelah dikroscek DPM hanya menerima sekitar 12 Kg, mestinya kan 15 Kg setiap bulan," kata Hanafi, tokoh pemuda asal Desa/Kecamatan Guluk-Guluk, Sabtu (3/6/2017).

Pendistribusian rastra kali ini kata Hanafi sudah yang ke dua kalinya di tahun 2017. Selain jumlah takaran menyusut, kualitas beras dinilai tidak layak konsumsi. "Kulitas berasnya merah tidak layak dimasak," ungkapnya.

Dikatakan, sesuai informasi yang diterima Hanafi, berkurangnya takaran dan rusaknya kualitas rastra disebabkan ulah oknum yang tidak bertanggungjawab. Kabarnya kata Hanafi sebelum didiatribusikan disiram menggunakan air.

 "Infonrmsinya disiram air pas waktu di kurangi," urainya.

Oleh sebab itu, pihaknya meminta pemerintah daerah untuk melakukan pengawasan setiap kali pendistribusian dilakukan. Karena meskipun telah terbentuk tim pengawas pendistribusian rastra masih saja terjadi indikasi penyimpangan.

"Kalau sama-sama melakukan pengawasan indikasi penyimpangan bisa ditekan. Jangan sampai terjadi di desa lain," ungkap Hanafi.

Jumlah rumah tangga sasaran di Kecamatan Guluk-Guluk tahun 2017 sekitar 7.202 orang dengan jumlah pagu rastra setiap bulan sekitar 108,030 kg.

Pendistribusian rastra di Desa/Kecamatan Guluk-Guluk sebelumnya bermasalah, bahkan Kepala Desa definitif M Ikbal telah divonis satu tahun penjara setelah terbukti dalam persidangan bersalah dalam perkara pendistribusian rastra 2010-2014.

Kasus tersebut baru dilaporkan kepada penegak hukum 2014. Versi pelaor jatahraskin setiap bulan kuota raskin sekitar 24 ton 8 kwintal 20 kilogram. Sedangkan jumlah penduduk sesuai Kartu Keluarga (KK) sebanyak 3700 KK. 

Hanya saja realisasi bantua beras bersubsidi itu tidak sesuai dengan aturan yang berlaku. Mestinya dicairkan setiap bulan, namuan hanya dicairkan sebanyak dua kali dalam satu tahun.

Sementara Camat Guluk-Guluk Sutrisno, hingga berita ini ditulis belum bisa dikonfirmasi. Saat dihubungi melalui telepon selulernya tidak merespon meskipun nada sambungnya terdengar aktif.

Demikian pula Ketua Asosiasi Kepala Desa (AKD) Kecamatan Guluk-Guluk Hawasit. Yang bersangkutan juga belum bisa dimintai keterangan terkait susutnya Rasta di Desa/Kecamatan Guluk - Guluk. (edy/diens)

No comments