ads 728 X 90

Breaking News

Membahayakan, Pembuat Petasan di Sumenep Jadi Incaran Polisi


MEMO online, Sumenep – Lantaran membahayakan bagi keselamatan, Kepolisian Resort Sumenep, Madura, Jawa Timur, menyisir petasan atau mercon, hingga ke pelosok desa.

Hal itu dikarenakan, petasan atau mercon merupakan barang yang berbahaya dan dilarang peredarannya di wilayah negara Indonesia.

Kasubag Humas Polres Sumenep, AKP Suwardi mengatakan, penyisiran pembuat mercon tersebut akan dilakukan setiap hari, oleh petugas kepolisian yang ada di Mapolsek.

"Tapi belum ada hasil, semua petasan yang beredar sesuai dengan aturan," kata Kasubag Humas Polres Sumenep, AKP Suwardi, Jum'at (2/6/2017).

Menurutnya, razia pembuat mercon atau petasan tidak akan dipusatkan disatu tempat saja, melainkan disejumlah daerah yang dianggap rawan petasan. Salah satunya di Kecamatan Kota.

"Wilayah lain selain kota juga menjadi bidikan kami, pasti akan kami lakukan secara rutin hingga menjelang lebaran nanti,” paparnya.

Bahkan pihaknya menegaskan jika dalam razia yang digelar petugas kepolisian ditemukan adanya peredaran petasan yang tidak sesuai aturan, maka pihaknya akan menindak tegas.

"Pasti kami usut, soal ganjaran dipenjara atau tidak tergantung bahan peledak yang digunakan. Sebab, ada kriteria khusus,” jelasnya.

Menurutnya, hal itu dilakukan guna mengantisipasi terjadinya hal yang tidak diinginkan terjadi, seperti ledakan mercon di Kabupaten Pamekasan yang sampai menewaskan dua orang.

Penindakan itu sesuai dengan amanah Peraturan Kapolri Nomor 2 Tahun 2008 Tentang Pengawasan, Pengendalian dan Pengamanan Bahan Peledak Komersial yang dilarang edar adalah petasan yang mengandung bahan peledak berpotensif seperti bom.

Selain itu beberapa jenis petasan lainnya yakni dengan diameter 8 inchi atau 20,3 sentimeter juga dilarang edar.

Sedangkan yang diijinkan beredar yakni kriteria kembang api dengan diameter kurang dari dua inci atau 5,1 sentimeter, serta kembang api untuk event show dengan maksimal diameter 20 sentimeter. Tetapi penggunaannya harus mendapatkan ijin dari kepolisian setempat. (edy/diens)                      

No comments