ads 728 X 90

Breaking News

Tak Puas Berzina Diatas Motor, Pria Beranak Dua Ini Kembali Ajak Anak Bawah Umur Bersetubuh di Sebuah Losmen


MEMO online, Batu – Lantaran tidak puas melakukan perzinahan dengan SN (15), diatas motor, KM (40), asal warga Pujon, Kabupaten Malang, kembali mengajak pasangannya bersetubuh sebuah Losmen di salah satu kawasan di Bumiaji kota Batu.
Namun apes, pada perbuatannya yang ke dua, KM pria yang sudah beristri dan sudah punya anak ini, kepergok orang tua SN, dan dilaporkan ke polisi, yang langsung direspon dengan penangkapan pelaku di rumahnya.
Kapolres Batu AKBP Leonardus Simarmata saat ditemui di mapolres Batu, Jumat (2/6/2017) mengatakan, akibat perbuatannya, KM terancam hukuman penjara minimal lima tahun dan maksimal 15 tahun. Karena pasangan mesumnya itu masih dibawah umur dan masih berstatus pelajar.
“Pelaku dikenakan pasal 81 ayat 2 undang-undang RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas undang-undang RI nomor 23 tahun 2012 tentang perlindungan anak, yakni hukumannya Minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun,” kata Kapolres Batu AKBP Leonardus Simarmata.
Hal itu dikarenakan, korban adalah masih dibawah umur dan juga masih berstatus pelajar.
“Umur korban sekarang kan masih dibawah 17 tahun,” jelasnya.
Dikatakan, peristiwa perzinahan yang kedua kalinya antara KM dan SN, terjadi pada tanggal 11 Mei 2017. Peristiwa tersebut pada Minggu tanggal 16 april 2017 pukul 00.03 wib disebuah losmen di Batu.
Sebelum melakukan pesetubuhan, korban dan pelaku melakukan perkenalan lewat SMS, setelah berkenalan SMS mereka semakin dekat berpacaran dengan pertemuan lewat darat.
Untuk persetubuhan yang kedua itu, pelaku langsung tinggal glandang tidak menghubungi kembali pada korban, sementara korban yang pulang tengah malam langsung di tanyai oleh orang tua korban, kemudian korban mengaku kalau telah di setubuhi orang laki-laki yang sudah beristri.
“Setelah dilakukan pemeriksaan, telah memenuhi unsur untuk tindak pidana persetubuhan terhadap anak, tindakan yang dilakukan pelaku itu telah mengantarkan korban untuk melakukan visum et repertum dan melakukan penangkapan serta penahanan terhadap tersangka.” jelasnya. (Adi W/diens)

No comments