ads 728 X 90

Breaking News

Tak Terima Rekannya Ditetapkan Tersangka, Puluhan Satpol PP Batu Lurug Polres


FOTO: Kapolres Batu, AKBP Leonardus Simarmata, SH, MH, SIK    

MEMO online, Batu – Lantaran tidak terima rekannya ditetapkan tersangka kasus penganiayaan PKL, puluhan anggota Satpol PP beserta Banpol pemkot Batu, ngelurug polres setempat.

Puluhan anggota satpol PP pemkot Batu tersebut, mendatangi polres Batu dengan menumpang truk dinas.

Akibat aksi penegak perda tersebut, pihak kepolisian polres Batu kaget, dan bersiap mengantisipasi segala kemungkinan yang bakal terjadi.

Bahkan polres Batu meminta semua anggotanya yang tengah libur, merapat ke Mapolres Batu. Sementara dengan senjata lengkap.

Beruntung dalam aksi tersebut tidak sampai terjadi bentrok.  Karena puluhan anggota Satpol PP yang mendatangi polres Batu, diminta pulang dan diminta membiarkan HN (temannya) menjalani pemeriksaan seorang diri.

Sebelumnya, HN dilaporkan melakukan penganiayaan terhadap Hadi Siswoyo (27), salah satu PKL Alun-Alun Kota Batu, pada bulan Januari silam.

Karena akibat penganiayaan HN,  pedagang gorengan itu mengalami luka lebam pada lehernya. Hal itu dikarenakan penjual gorengan itu, dianiaya dengan cara dicekik.

Akibat perbuatan penganiayaan itu, Hadi lantas menempuh jalur hukum, dengan dikuatkannya terbitnya laporan polisi dengan Nomor: LP/B/08/I/2017 dan dengan dua pasal yang diajukan sekaligus, yakni pasal 351 KUHP tentang penganiayaan berat dan Pasal 352 KUHP tentang penganiayaan ringan.

Berdasarkan informasi dilapangan, bahwasanya HN dipanggil oleh pihak polres Batu karena terkait kasusnya. Yang sempat membuat heboh dikalangan PKL Kota Batu, saat pemeriksaan berlangsung yang dilakukan oleh pihak polres Batu, dia HN turut didampingi sekitar 50 anggota Satpol PP dan Banpol pemkot Batu. 

Kejadian mapolres Batu, yang diluruk oleh puluhan satpol PP beserta Banpol tersebut rupanya, pada sore hari tadi, peristiwa masih berlanjut. Yang mana kali ini bergantian dari pihak polres Batu kini yang mendatangi kantor Satpol PP pemkot Batu. Bahkan Kapolres Batu AKBP Leonardus Simarmata, datang dengan ditemani oleh beberapa perwira polres Batu.

Kedatangan Orang nomor 1 dijajaran Polres Batu tersebut itu, untuk memprotes puluhan anggota Satpol PP pemkot Batu yang pagi tadi melurug ke Mapolres Batu. Kapolres meminta agar tidak ada intervensi dari pihak manapun, untuk penanganan kasus penganiayaan tersebut. Dan menurutnya, sudah seyogyanya dari pihak kepolisian yang berwenang dalam penegakan hukum kasus tersebut.

Punjul Santoso, Wakil Walikota Batu akhirnya dengan terpaksa langsung turun menengahi, setelah rombongan Polres Batu pergi dari kantor Satpol PP di Balai Kota Among Tani.

Kasatpol PP, Robiq Yunianto, belum bisa dikonfirmas terkait dengan hal ini. Bahkan saat dihubungi via ponselnya, tidak diangkat hanya terdengar nada sambung.

Sementara itu kapolres mengatakan, bahwasanya maksud kedatangannya ke kantor Satpol PP, hanya untuk klarifikasi. “Karena tadi pagi (saat Satpol PP meluruk Mapolres Batu), saya tidak ada di Mapolres. Mereka datang ke sana. Akhirnya, gantian saya yang menanyakan maksud, tujuan dan maunya apa,” kata kapolres.

Iapun menambahkan, terkait dengan kasus yang melibatkan oknum Satpol PP berinisial HN, telah naik status dari terlapor menjadi tersangka. Namun dia menegaskan, institusi Satpol PP hendaknya saling menghormati proses hukum yang sedang ditangani oleh pihak polres Batu.

“Kita hormati hukum yang berlak, dan biarkan proses hukum tersebut berjalan. Karena ini semua kan sebagai pendidikan untuk masyarakat Batu juga. Jadi ya, otomatis bagi siapa pun tidak boleh ada yang melakukan intervensi kasus penganiayaan ini,” tandasnya. (Dian/diens).

                    

No comments