ads 728 X 90

Breaking News

Terkait Kasus Intimidasi Wartawan, PWI Kediri Minta Polisi Segera Menuntaskannya


MEMO online, Kediri Meski kasus Intimidasi terhadap Fasihhuddin Kholili, wartawan adakitanews.com, sudah masuk ranah kepolisian, namun  Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kediri tetap meminta aparat kepolisian setempat  benar-benar serius dan segera menuntaskan persoalan tersebut.
 
Pernyataan tersebut dilontarkan Mega Wulandari, saat ditemui di kediamannya, Sabtu (3/6/2017).
Menurutnya, kasus intimidasi yang menimpa salah satu wartawan di wilayahnya, merupakan mimpi buruk bagi masa depan kuli tinta di tanah air.
Oleh karenanya, pihaknya selaku Ketua PWI Kediri, mengutuk keras tindakan premanisme oknum perangkat desa serta oknum LSM, yang menghalang-halangi tugas dan profesi wartawan.
“Menghalang – halangi tugas peliputan, apalagi sampai mengintimidasi, ataupun merusak dan menyita sebuah karya wartawan, merupakan tindakan biadap, yang harus diproses secara hukum. Sebab tindakan tersebut merupakan tindak pidana murni, dan melanggar Undang – Undang Pers,” tegasnya.
Apalagi, dalam menjalankan tugasnya, seorang wartawan dilindungi undang – undang, dan karya – karyanya sangat dibutuhkan masyarakat.
Meski begitu, pihaknya mengaku tetap percaya  pihak kepolisian bisa segera menuntaskan kasus intimidasi tersebut.
“Tapi dalam hal ini kita tetap percaya kepada pihak polisi. PWI berharap pihak kepolisian bisa segera menuntaskan kasus tersebut, karena ini merupakan sebuah insiden buruk yang dialami wartawan. Dan harapan dari kami tidak terulang lagi,” imbuhnya.
PWI Kediri mengaku juga akan tetap memberikan dukungan agar kasus ini segera dituntaskan. “Kita percaya pada integritas pihak kepolisian,” pungkasnya.
Untuk diketahui, upaya intimidasi tersebut bermula saat wartawan adakitanews.com, Fasihhuddin Kholili melakukan investigasi terkait dugaan adanya manipulasi laporan di Desa Sumberjo Kecamatan Purwoasri Kabupaten Kediri.
Setelah beberapa kali berita tersebut diunggah, Waki kemudian menghubungi wartawan untuk datang ke rumahnya pada Sabtu (27/05). Setibanya di lokasi, ternyata Waki telah ditemani oleh 6 orang diantaranya Bambang selaku anggota BPD, serta lima orang lain yang tidak diketahui namanya, dan mengaku sebagai anggota LSM serta wartawan salah satu media cetak di Jombang.
Dalam pertemuan itu, Waki mengaku komplain atas pemberitaan mengenai dirinya dan menuduh wartawan tidak melakukan upaya konfirmasi sebagai langkah keberimbangan. Padahal sebelum berita ditulis, wartawan selalu mencoba meminta konfirmasi dari yang bersangkutan. Mulai dari datang ke kantor desa, menghubungi melalui telepon, hingga pesan singkat, namun tidak pernah mendapat respon.
Mendengar penjelasan itu, salah seorang yang mengaku sebagai anggota LSM bahkan sempat naik pitam dan mengancam hendak melempar asbak ke arah wartawan. Tidak berhenti sampai disitu, ponsel milik wartawan juga diminta dan kemudian yang bersangkutan menghapus data rekaman. Bahkan, wartawan juga diminta untuk tidak lagi melanjutkan pemberitaan.
Kasus itupun juga telah dilaporkan secara resmi kepada Polres Kediri pada Selasa (30/05) lalu dan hingga kini, polisi mengaku masih melakukan penyelidikan. (udiens)
Sumber : adakitanews.com

No comments