ads 728 X 90

Breaking News

Tolak Berhubungan Badan Dalam Perahu, Gadis Belia Ini Dianiaya Kenalan Barunya di Kuburan


MEMO online, Sumenep  – Malang nasib FSN (16), asal Kecamatan Arjasa, Pulau Kangean, Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Pasalnya, gara – gara menolak melayani nafsu bejat ALD, warga Desa Pagerungan Kecil, Kecamatan sapeken, Sumenep, dalam perahu, FSN dianiaya di kuburan.

Sebagaimana penuturan Kerabat korban, peristiwa tersebut bermula saat korban berkunjung ke salah satu kerabatnya di Pulau Pagerungan Kecil, Kecamatan Sapeken.

Korban saat itu, diajak teman barunya, yakni  ALD, jalan – jalan ke pantai desa setempat.

Namun sesampainya di pantai yang dituju, pelaku memaksa korban melakukan hubungan badan. Tapi korban berontak, dan menolak melakukan hubungan suami istri.

“Berdasarkan penuturan keponakan saya, setibanya  di pantai, tiba-tiba ALD memaksa FSN melakukan hubungan layaknya suami istri. Namun  dia (korban) menolak,” terangnya.

Setelah itu, pelaku mengajak korban naik perahu berdua ke tengah, sambil menyusuri indahnya pantai. Namun, setelah tiba ditengah, niat ALD untuk merenggut keperawanan FSN, tetap saja mau dilancarkan, meski sedang ada dalam perahu.

“Tapi korban tetap tidak mau melayani nafsu bejat teman barunya, dan memilih melompat ke laut. NamunALD bisa menangkap tubuh korban, dan mengajaknya kembali ke darat,” paparnya.

Setiba didaratan, korban diajak pulang oleh pelaku. Tapi apes, stiba di tengah perjalanan ALD kembali memaksa korban untuk melakukan hubungan layaknya suami istri.

“Tepat di Dusun Bondat dekat kuburan, ALD memaksa korban untuk melakukan hubungan intim, namun korban tetap tidak bersedia. Karena merasa kesal ALD menganiaya korban dengan memukul kaki kiri dan bagian mulut korban hingga berdarah,” bebernya.

Atas peristiwa tersebut, akhirnya keluarga korban melaporkan ke Polsek Sapeken, Selasa malam, (6/6/2017). “Dan kabarnya anggota Polsek Sapeken langsung menuju pulau Pagerungan untuk menangkap ALD,” tukasnya.

Sementara Kapolsek Sapeken IPTU Supeno melalui Kanit Reskrim AIPTU Sunardi, membenarkan adanya laporan dugaan percobaan pemerkosaan dan penganiayaan.

“Iya benar, namun bukan pemerkosaan tapi dugaan penganiayaan, korban usianya masih 16 tahun,” kata Sunardi, saat dihubungi melalui telpon pribadinya. Rabu (7/6/2017). 

Sayangnya, pihaknya belum bersedia memberikan keterangan lebih lanjut dengan dalih masih melakukan pemeriksaan.

“Mohon maaf ini masih melakukan pemeriksaan, kalau bisa nanti saja soalnya korbannya masih saya lakukan pemeriksaan, mohon maaf ya,” ujar Sunardi sambil mengahiri pembicaraan. (Edy/diens)

No comments