ads 728 X 90

Breaking News

Aniaya Istrinya Sendiri Hingga Babak Belur, Polisi Berpangkat Bripda Ini Dilaporkan. Begini Kronologisnya


MEMO online, Sumenep – Lantaran tidak kuat menjadi korban penganiayaan suaminya sendiri, Laudi Asri Ayula Rosi (22), warga Desa Kebunan, Kecamatan Kota Sumenep, akhirnya melaporkan suaminya, ke Mapolres Sumenep, Kamis (31/8/2017).


Suami Laudi Asri Ayula Rosi, yang tercatat sebagai anggota Satuan Polisi Lalulintas (Satlantas) Polres Sumenep dan berpangkat Bribda itu dilaporkan, lantaran melakukan penganiayaan (memukul) terhadap istrinya hingga mengalami luka lecet dibagian tangan kanan dan paha kanan.

Dan laporan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) tersebut disampaikan langsung oleh Laudi Asri Ayula Rosi selaku isteri Bripda SA, dan didampingi orang tuanya.

"Kami terpaksa melaporkan, karena proses mediasi yang kami lakukan tidak membuahkan hasil," kata Asmuni, orang tua Laudi Asri Ayula Rosi.

Menurutnya, tindak pidana KDRT tersebut terjadi pada 13 Agutus 2017 lalu di rumahnya di Desa Jambu, Kecamatan Lenteng.

Saat itu, Polisi yang bertugas dibagian Satuan Lalu Lintas tersebut datang ke rumahnya dalam keadaan tidak sadar (mabuk) dan diduga akibat pengaruh minuman beralkohol.

Parahnya, setelah ditanya oleh isterinya datang darimana, polisi ini malah menjawab dengan pukulan.

"Anak saya dipukul dengan tangan kosong," jelas Asmuni.

Bahkan sesuai informasi yang diterima Asmuni, polisi yang melakukan penganiayaan terhadap istrinya itu memang sering mabuk, dan melakukan penganiayaan.

Dan hal itu terjadi, meski posisi mereka masih sedang tunangan.

"Keterangan dari tetangganya begitu, dan saat ini terjadi lagi, padahal mereka baru menikah sekitar dua bulan lalu," paparnya.

Oleh sebab itu, pihaknya meminta kasus tersebut benar-benar diproses sesuai dengan peraturan yang berlaku. 

"Sebenarnya kami ingin persoalan ini diselesaikan secara kekeluargaan, tapi mau apa lagi upaya kami tidak bisa, sudah prangainya katanya. Ya kami laporkan," tegas Asmuni.

Sementara Kasubag Humas Polres Sumenep AKP Suwardi, belum bisa memberikan keterangan terkait peristiwa itu.

Sebab, saat yang bersangkutan didatangi ke ruang kerjanya, yang bersangkutan sedang tidak ada ditempat.

Bahkan pintu ruang kerjanya terlihat dalam kondisi terkunci. Sementara saat media mencoba menghubungi beliau melalui sambungan teleponnya, tidak mendapat respon. (Ita/diens)

No comments