ads 728 X 90

Breaking News

Diduga Jadi Ladang Bancaan, Kasus Retribusi Pasar Hewan Lenteng Dalam Bidikan


MEMO online, Sumenep  - Saat ini, kasus dugaan penyimpangan retribusi pasar hewan Lenteng, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, dalam bidikan Inspektorat setempat.


Bahkan pihak Inspektorat saat ini tengah melakukan terkait kasus dugaan penyimpangan tersebut.

"Sudah di cek kelapangan," kata Inspektur Pembantu, Inspektorat Sumenep Chozaimah.

Namun menurut Ima, sapaan akrabnya Chozaimah pihaknya mengaku enggan membeberkan hasil temuannya di lapangan. Sebab, hasil temuannya masih  akan dilakukan peninjuan kembali.

"Minggu depan kita ke lokasi lagi," paparnya.

Saat ini pihaknya masih fokus menangani sejumlah pengaduan kasus di desa lain.
"Masih memeriksa soal dugaan kasus di Desa Gapura," jelasnya.

Sebelumnya, retribusi pasar sapi Lenteng, Kecamatan Lenteng, disinyalir jadi bancakan oknum tertentu untuk memperkaya diri sendiri. Sehingga setiap minggu perolehan retribusi yang disetor ke PAD tidak utuh.

Sebagaimana hasil investigasi yang dilakukan oleh LAKI terkait retribusi perolehan pasar sapi Lenteng yang beroperasi satu kali seminggu ini, yakni pada hari Ahad, terdapat sekitar 700-1000 ekor sapi yang masuk dalam arena pasar untuk diperjual belikan dalam setiap minggunya.

Sementara retribusi yang dikenakan pada masing – masing sapi (per satu ekor sapi) sebesar Rp7500 untuk kalangan warga biasa, dan Rp 6500 bagi pedagang aktif.

Namun faktanya kata Bagus, setiap pasaran hanya sekitar Rp1.300.000 atau hasil penarikan retribusi sebanyak 200 ekor sapi yang disetorkan kepada pemerintah. 

Sisanya sekitar Rp3.900.000 diduga masuk kantong pribadi oknum tertentu. Modusnya dengan cara setiap pedagang tidak diberi larcis sebagai tanda bukti pembayaran.

"Hanya sekitar 25 persen yang masuk ke daerah," kata aktivis LAKI Bagus Junaidi. (Ita/diens)

No comments