ads 728 X 90

Breaking News

Jadi Korban Perkosaan Pria Beristri dan Beranak, Gadis SMP di Pamekasan Pendarahan


MEMO online, Pamekasan – Sungguh malang nasib Bunga (bukan nama sebenarnya), warga Kecamatan Pegantenan, Kabupaten Pamekasan,  Madura, Jawa Timur, Senin (28/8/2017) malam.


Pasalnya, gadis 17 tahun yang masih duduk di bangku kelas III di sebuah SMP ini, menjadi korban perkosaan pria beranak, saat menginap di rumah salah satu kerabatnya.

Akibatnya, kemaluan Bunga berdarah  pasca ditusuk benda tumpul milik GF (23) pelaku,  warga Desa Bulangan Branta, Kecamatan Pegantenan, Pamekasan.

Mendengar ponakannya diperlakukan tidak senonoh pria beristri dan sudah punya anak ini, Hasyim (27), warga Kecamatan Tlanakan, Pamekasan, bersama korban yang masih syok berat, melaporkan peristiwa memalukan tersebut ke Mapolres Pamekasan, Selasa (29/8/2017).

Bukan Cuma itu, korban yang masih terlihat meringis menahan rasa sakit pada bagian vitalnya itu, harus dibopong menuju salah satu ruangan di Mapolres Pamekasan.

Dari selangkangan korban masih terlihat darah menetes, akibat ulah bejat pria beranak serta beristri, yang merenggut mahkotanya secara paksa.

Sebagaimana keterangan Hasyim, paman korban, peristiwa memilukan yang menimpa gadis SMP yang selama ini tinggal bersama saudaranya, karena ayah ibunya sejak tiga tahun lalu menjadi TKI di Malaysia, bermula pada Senin (28/8/2017) sore.

Saat itu Bunga dijemput salah satu kerabatnya ke rumahnya di Desa Bulangan Barat, Kecamatan Pegantenan, untuk rujakan.

Selepas magrib, setelah makan rujak, korban pamit pulang ke kerabatnya tersebut dengan berjalan kaki sekitar 2 km. 

Karena takut terjadi sesuatu pada korban, kerabatnya itu melarang dan menyarankan untuk menginap saja.

Karena kebtulan, kerabatnya itu memang hanya tinggal dengan kedua orangtua serta anaknya. Sementara suaminya, menjadi TKI ke Malaysia. 

Namun, selang beberapa lama, korban mendapat panggilan telepon dari nomor tidak dikenal dan mengaku bernama Fian, menanyakan dirinya berada di mana.

Tanpa curiga, korban menjawab dan mengatakan jika dirinya berada di rumah kerabatnya. Lalu orang yang mengaku bernama Fian tersebut, mengatakan  mau datang menemui korban di rumah tersebut.

Rupanya pria yang mengaku bernama Fian dalam telepon, setelah muncul diketahui bernama GF, warga satu kecamatan dengan korban, yang sudah memiliki istri dan anak.

Singkat cerita, korban berbicang-bincang di ruang tamu. Tapi karena korban ngantuk, korban masuk kamar dan tidur. Sedang pelaku belum pulang sehingga ditemani oleh kerabat korban hingga larut malam.

Nah ... saat kerabat korban tertidur di teras depan, tiba – tiba terdengar suara jeritan dari dalam kamar tidur korban.

Sontak, perempuan yang juga ditinggal suaminya merantau itu, langsung bergegas menuju kamar tidur korban.

Dan alangkahnya terkejutnya dia, saat melihat tubuh korban sedang ditindih tubuh Fian. 

Sadar aksinya ketahuan, Fian akhirnya melarikan diri dan meninggalkan korbannya yang kondisi pendarahan. 

Lalu pada keesokan harinya, kerabat korban itu menghubungi Hasyim, paman korban, dan  menceritakan kejadian yang menimpa korban.

"Saya terpaksa melaporkan tindakan pelaku, karena sudah menghancurkan masa depan keponakan kami. Semoga pelaku cepat ditangkap dan dihukum berat,” ujar Hasyim.

Kasubag Humas Polres Pamekasan, AKP Osa Maliki membenarkan peristiwa itu, dan pihaknya berjanji akan segera menindaklanjuti laporan tersebut.

“Akan segara kami tindak lanjuti,” jawabnya singkat. 

Hingga berita ini ditulis, pelaku pemerkosaan gadis SMP tersebut masih dalam pengejaran aparat kepolisian. (Halili/diens)


No comments