ads 728 X 90

Breaking News

Krisis Air Bersih, Warga Dua Desa di Sumenep Terpaksa Penuhi Kebutuhan Dari Bocoran Pipa PDAM


MEMO online, Sumenep – Gara – gara dilanda krisis air bersih, warga dua warga desa di Sumenep, yakni Desa Pinggir Papas dan Desa Karanganyar, Kecamatan Kalianget, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, terpaksa mengambil air dari bocoran pipa utama milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), yang membentang di daerahnya.


Warga dua desa tersebut, rela antre dan menunggu lama hingga berjam-jam, demi mendapatkan air bersih untuk konsumsi.

Saed (39), salah satu warga Desa Pinggir Papas mengatakan, jika krisis air di dua desa itu sudah berlangsung sekitar sepekan terakhir. Hal itu dikarenakan air PDAM yang mengalir ke rumah warga mati.

"Sudah lima hari PDAM mati," katanya, Kamis (25/8/2017).

Menurutnya, mereka terpaksa mengambil air dari bocoran pipa utama milik PDAM untuk memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari.

Namun begitu, Saed mengaku tidak tahu menahu kenapa saluran air yang disediakan oleh Pemerintah Daetah itu mati. Sebab, kejadian tersebut bukan yang pertama kalinya, melainkan juga terjadi di tahun - tahun sebelumnya.

Oleh sebab itu, pihaknya meminta menejemen PDAM yang merupakan salah satu BUMD Sumenep segera memperbaiki. Sehingga kebutuhan air bersih tercukupi.

"Jangan hanya bayaran yang ditekan, pelayanan kepada masyarakat juga lebih dioptimalkan lagi," timpal Durahman, yang juga warga Desa Pinggir Papas.

Sementara itu, Kepala PDAM Sumenep Sih Purwadianto membenarkan hal itu. Bahkan, dirinya telah komonikasi dengan Forpimda Kecamatan Kalianget serta Kepala Desa terdampak.

"Betul, itu karena ada saluran pipa yang bocor di Saronggi. Sast ini masoh dalam tahap perbaikan," katanya.

Dikatakan, perbaikan yang dilakukan membutuhkan waktu yang agak lama, karena tingkat kerusakannya tergolong tinggi. Selain harus izin kepada Pemerintah Pusat karena jalan nasional, juga diakibatkan ada cor yang ditas pipa tersebut.

Salah satu faktor kerusakan itu akibat adanya pelebaran jalan, sehingga pipa yang terpendam dengan kedalaman sekitar tiga meter itu pecah akibat tidak kuat menehan tonase muatan yang sering melintas di jalur tersebut. "Sekitar 80 hingga 100 meter yang rusak.

Saat ini kata Purwadianto perbaikan terus dilakukan. Jika tidak ada halangan besok perbaikan selesai, karena hari ini direncanakan memulai pemasangan pipa baru.

"Perbaikan dilakukan siang dan malam. Jika pemasangan pipa selesai hari ini besok sudah normal kembali. Doakan semoga perbaikan berjalan lancar," pungkasnya. (Ita/diens)

No comments