ads 728 X 90

Breaking News

Lembaganya Disebut Terima Fee Proyek GOR Gajah Mada Rp 300 Juta, Begini Kata Kejari Kota Batu


MEMO online, Batu – Hingga saat ini, kasus OTT yang tengah menimpa tiga pejabat, di Dinas Perumahan Kawasan Permukiman Dan Pertanahan Cipta Karya Kota Batu, kian meruncing.


Pasalnya, tiga oknum pejabat Pemkot Batu yang saat ini menjalani pemeriksaan Tim Saber Pungli Mabes Polri, mengaku dana yang didapat dari hasil korupsinya sebesar Rp 805 juta, mengalir ke sejumlah lembaga atau oknum, seperti Sekpri Walikota Batu Rp 50 juta, Kejaksaan Rp 300 juta, KONI Rp 5 juta, Yayan Rp 25 juta, Himpun Rp 20 juta, PU Rp 135 juta, Dewan Rp 50 juta dan puluhan juta lainnya.

Oleh karenanya, dengan adanya pencatutan nama lembaganya menerima aliaran dana hasil korupsi, Kepala kejaksaan (Kajari) Kota Batu Nur Chusniah angkat bicara.

Pihaknya langsung melakukan klarifikasi dan membantah lembaganya terima aliran dana Rp 300 juta, dari pembangunan proyek GOR Gajah Mada dan Taman Block Office, yang dikeluarkan oleh PT Gunadharma Anugerahjaya, kepada Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan Cipta Karya.

Kejari Kota Batu Nur Chusniah mengatakan, itu hanya sebatas pengakuan saksi saja. Ia bahkan berjanji akan mengkroscek ke perangkatnya, terkait benar atau tidaknya isu tersebut. Sebab menurut dirinya, waktu itu kan belum dalam masa kepemimpinannya, masih Kajari yang lama.

"Waktu itu kan memang belum era kepemimpinan saya, dan saya menjabat disini sejak bulan November 2016 lalu. Ini saya akan check en ricek dulu," kata mantan penyidik KPK ini.

Iapun juga menambahkan, apakah isu itu benar atau tidak ini masih perlu dibuktikan oleh Tim penyidik Saber Pungli Mabes Polri. Sebab, bisa saja kan kalau data tersebut memang bisa untuk dibuat-buat.

"Ya kalau memang isu itu valid, atau tidak memang perlu pembuktian dahulu, kan bisa saja kalau data itu dengan sengaja memang dibuat-buat," imbuh mantan penyidik KPK ini. (Risma/diens)

No comments