ads 728 X 90

Breaking News

Mendekati Hari Raya Idul Adha, Harga Kambing Kurban di Sumenep Merangkak Naik


MEMO online, Sumenep - Mendekati Hari Raya Idul Adha atau hari raya kurban yang dprediksi jatuh pada tanggal 1 September 2017, harga hewan kurban disejumlah pasar hewan yang ada di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, mulai mengalami kenaikan.


Harga hewan kurban masih biasa – biasa saja, saat ini mulai mengalami kenaikan sekitar 30 – 40 persen dari harga normal.

Kenaikan harga hewan kurban tersebut, mulai dirasakan para pembeli sejak sepekan terakhir.

"Naiknya harga hewan kurban mulai dirasakan sekitar sepekan terakhir," kata Abdus Samad, salah satu pedagang asal Kabupaten Pamekasan, saat dimintai konfirmasi media di Pasar Hewan Pahlawan Sumenep, Senin (21/8/2017).

Menurutnya, pihaknya mengaku terpaksa mencari hewan kurban ke daerah Sumenep, karena besarnya permintaan hewan kurban di Kabupaten Pamekasan.

Hal itu dikarenakan pasokan hewan kurban dari daerah lain ke Kabupaten Pamekasan mengalami penurunan.

"Permintaan hewan kurban lumayan banyak, sementara kiriman menurun. Ya terpaksa cari hewan kurban ke Sumenep,” paparnya.

Melonjaknya harga hewan kurban dipasar kambing yang berlokasi sekitar makam pahlawan dan beroperasi dua kali dalam seminggu yakni pada hari Senin dan Kamis, dan dikelola oleh pemerintah desa itu, juga diakui oleh Ahmad Jiadi, salah satu pedagang kambing asal Kecamatan Lenteng.

Menurutnya, melonjaknya harga hewan kurban di Sumenep sudah berlangsung sejak sepekan terakhir.

Dan saat ini kenaikannya mencapai Rp300 – 500 ribu perekor, sementara untuk kambing jenis etawa kenaikannya mencapai Rp500 hingga 700 ribu perekor dan jenis kambing kaligesing mencapai Rp700 ribu hingga 1 juta perekor.

”Yang semula harganya hanya Rp1,3 juta saat ini bisa mencapai Rp1,7 juta per ekor. Sedangkan untuk kambing jenis etawa mencapai Rp2,7 juta hingga Rp 3,5 jutaan,” katanya.

Menurutnya, melonjaknya harga kambing tahun ini bukan yang pertama kalinya, melainkansetiap mendekati hari raya qurban, sudah bisa dipastikan harga hewan kurban mengalami kenaikan.

"Kedepan harga hewan qurban pasti terus naik hingga H-1 lebaran," jelasnya.

Terpisah Ketua Peguyuban Pedagang Sapi dan Kambing, Sumenep Samauddin tidak menampik hal itu. Menurutnya, naiknya harga dipicu banyaknya permintaan dari konsumen.

”Semakin banyak permintaan konsumen, maka akan berdampak pada harga. Apalagi ketersediaan barang sangat terbatas, seperti hewan qurban, itu sudah hukum ekonomi,” jelasnya.

Sementara penjualan, kata Samauddin masih ralatif lancar. Sistem penjualan di Sumenep dilakukan oleh pedagang dengan cara bertransaksi dengan konsumen langsung. Baik dengan cara memesan sebelumnya atau dengan cara konsumen datang ke tempat pembelian hewan qurban.

Untuk saat ini di Sumenep belum ada sentral peternak sapi maupun kambing. Sementara waktu, hanya pedagang biasa yang menampung hewan qurban sejak beberapa bulan sebelumnya.

”Untuk penjualan hewan qurban biasanya hingga hari H lebaran Idul Adha. Biasanya pedagang mengantarkan pesanannya setelah selesai Shalat Id,” tandasnya. (Ita/diens)

No comments