ads 728 X 90

Breaking News

Ramah Tamah Dengan Veteran Perintis Kemerdekaan, Begini Pesan Bupati Sumenep


MEMO online, Sumenep – Sehari setelah pelaksanaan upacara memperingati Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke 72, Pemerintah Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur,  menyelenggarakan Ramah Tamah dengan para Veteran Pejuang Perintis Kemerdekaan, Jumat (18/8/2017).


Selain dihadiri Dandim 0827 Sumenep Letnan Kolonel Inf Budi Santosa. S,sos. acara yang digelar di  Pendopo Agung Kraton Sumenep, Jln. Dr. Soetomo No.05 Pajalan, Kecamatan Kota, juga dihadiri oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kabupaten Sumenep, para kepala SKPD dan Camat se-Kab. Sumenep dan tokoh agama serta Tokoh Masyarakat Sumenep.

Dalam sambutanya Bupati Sumenep menyampaikan Atas nama pemerintah Kabupaten Sumenep mengucapkan terimakasih kepada veteran dan warakawuri yang telah memperjuangkan kemerdekaan, dan menjadi spirit bagi generasi muda untuk terus mengisi kemerdekaan.

“Sesuai ayat Alquran, bahwa apabila ada penguasa dari negara lain masuk ke suatu negara, pasti akan menghancurkan negara tersebut,” katanya.
Oleh karenanya, menjadi kewajiban bagi seluruh warga Indonesia mempertahankan kemerdekaan dari segala sisi.

“Karena mereka yang masuk ke negara kita pasti akan menghancurkan negara kita, apabila ada orang luar yang akan menghancurkan negara kita. Maka kita harus bisa memukul balik mereka agar terwujud kemerdekaan yang hakiki,” paparnya.


Sedangkan KH. Imam Hendriadi Zarkowi dalam ceramah agamanya menyampaikan, jika dalam menjalankan management pemerintahan harus melibatkan semua elemen untuk memusyawarahkan semua permasalahan.

Dan itu harus dilakukan oleh penguasa sebelum membuat keputusan.

“Indonesia sudah 72 tahun merdeka dan bisa dirawat dengan baik oleh generasi penerusnya, hal tersebut harus kita syukuri,” pintanya.
Selain itu, KH. Imam Hendriadi Zarkowi memohon Do'a untuk stabilitas keamanan di negeri Indonesia tercinta.

Karena situasi yang aman menjadi kunci utama terutama dalam menjalankan ibadah akan menjadi tenang dan tidak ada kekhawatiran.

Sementara tantangan paling berat bangsa saat ini, adalah terorisme/radikalisme dan narkoba, terorisme/radikalisme bertujuan untuk mengubah ideologi pancasila.

Padahal pancasila merupakan konsensus dari para ulama karena tidak bertentangan dengan Alqur'an dan hadist dan sudah final.

Dan andaikan kekerasan dibenarkan atas nama agama maka tidak ada tempat yang aman di dunia ini, radikalisme cenderung bersikap intoleransi yang menganggap hanya dirinya yang benar.
“Peran TNI-POLRI sangat diharapkan dalam menjaga keutuhan NKRI dari semua ancaman yang akan menghancurkan negara kita, dalam islam juga ada konsep ekonomi yang berimbang maka mendo'akan untuk stabilitas ekonomi juga penting karena kemiskinan lebih mendekatkan kepada kekafiran maka dengan menjaga stabilitas akhlak atau moralitas agama dan bangsanya sehingga negara kita akan kokoh,” pungkasnya.(Udiens)

No comments