ads 728 X 90

Breaking News

Sempat Melambung, Harga Garam Rakyat di Sumenep Saat Ini Kembali Terjun Bebas


MEMO online, Sumenep – Setelah sebelumnya sempat melambung tinggi dan menjadi perbincangan nasional terkait tingginya harga gaga garam, saat ini harga garam rakyat di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, kembali merosot kembali dan anjlok.


Terbaru harga garam rakyat di Sumenep yang semula Rp 3,5 ribu per kilogaramnya, sekarang menjadi Rp1,2 ribu per kilonya.

Ketua Aliansi Masyarakat Garam (AMG) Sumenep, Ubaidillah membenarkan jika harga garam rakyat saat ini turun drastis.

Dan itu terjadi sejak pertengahan Agustus lalu, sehingga harga garam yang semula Rp 2,2 ribu per kilonya,  menjadi Rp1,2 – 1,7 ribu per satu kilogram.

"Padahal akhir Juli hingga awal Agustus lalu, harga garam rakyat di sejumlah daerah penghasil garam mencapai angka tertinggi, yakni Rp 3.5 per kilogram," katanya, Kamis (24/8/2017).

Dikatakan, salah satu faktor merosotnya harga garam saat ini, diduga karena masuknya garam impor ke Indonesia, dan menyebabkan stok garam di daerah melimpah.

Akibatnya, para petani garam tidak bisa lama menikmati tingginya harga.

"Selain itu, karena cuaca saat membaik baik, sehingga produksi garam rakyat secara umum mulai normal," jelasnya.

Sementara pada awal musim garam akhir Juli lalu, sering hujan meskipun dengan intensitas rendah. Sehingga pada awal musim kemarau tahun ini produksi garam rakyat terkendala, akibatnya stok garam ditingkat petani sangat terbatas.

Pada musim panen garam ini, para petani berharap Pemerintah melindungi petani garam rakyat dengan cara menginstruksikan PT Garam (Persero) yang merupakan penerima kuasa untuk melakukan impor garam, tidak menjual garam impor itu dengan harga murah.

"Supaya para petani garam rakyat bisa menikmati hasil dengan maksimal," pungkasnya. (Ita/diens)

No comments