ads 728 X 90

Breaking News

Tanpa Laporan, Dua Gudang di Sumenep Sudah Lakukan Pembelian Tembakau. Begini Ceritanya


MEMO online, Sumenep  - Meski dua gudang tembakau di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, sudah melakukan pembelian tembakau rajangan hasil produksi petani tahun 2017, namun dinas terkait, yakni Dinas Pertanian Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan setempat mengaku belum mengetahui tahu kuota yang dibutuhkan.


"Sesuai laporan yang kami terima baru dua gudang yang mulai melakukan pembelian sejak beberapa hari terakhir ini," kata Abd Hamid, Kepala Bidang Perkebunan, Dinas Pertanian Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan, Jum’at (25/8/2017).

Menurutnya, di Kabupaten Sumenep, Madura, terdapat tiga gudang besar tembakau perwakilan perusahaan yang biasa melakukan pembelian tembakau rajangan milik petani, setiap tahun.

Gudang tersebut adalah, PT Gudang Garam di Kecamatan Guluk-guluk, PT Gudang Garam di Desa Patean dan Wismilak.

Sementara dua gudang yang sudah melakukan pembelian tembakau rajangan saat ini, adalah PT Surya Kahuripan, yang merupakan perwakilan PT Gudang Garam Desa Patean, dan PT Gudang Garam Kecamatan Guluk-Guluk.

"Harga terendah saat ini, Rp 28 ribu dan harga tertinggi Rp50 ribu per kilo gram," jelasnya.

Namun begitu, saat disinggung soal kebutuhan atau kuota gudang terhadap tembakau rajang Sumenep, Abd Hamid mengaku belum tahu.

Bahkan hingga saat ini, Dinas Pertanian Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan Sumenep, belum menerima laporan terkait kuota dua gudang yang telah melakukan pembelian tembakau rajangan itu.

"Kuota yang dibutuhkan belum, tapi tiap hari kami selalu mengkroscek ke gudang," katanya.

Meskipun demikian, pihaknya berharap pihak gudang terus melakukan pembelian tembakau rajangan. Jika diperlukan pihak gudang memperpanjang waktu pembelian. 

Karena panen raya tembakau dipastikan tidak serentak tahun ini.

Hal itu disebabkan karena dimusim tanam tahun ini terjadi anomali cuaca. Sehingga banyak tembakau yang mati.

"Baru Juli cuaca membaik, bahkan dibulan Juni masih terjadi hujan meskipun kecil," ungkapnya.

Berdasarkan data yang diterima, kata Hamid hanya 14.230,45 hektar dari ploting area lahan tembakau seluas 21.893 hektar yang terealisasi. Dengan target produksi 6 kwintal perhektar atau sekitar 85.380 ton.

"Ada kenaikan dibandingkan tahun lalu. Tahun 2016 hanya 8 ribu hektar dari ploting area 21 hektar yang terealisasi dengan produksi sekitar 6 kwintal tembakau rajangan," ungkapnya.

Oleh karenanya, pihaknya berharap perwakilan perusahaan membeli tembakau sesuai standar yang telah ditetapkan. Mengingat kualitas tembakau rajangan dikalangan petani cukup bagus.

"Begitupula petani terus menjaga kualitas. Jangan sampai panen usia muda dan mencampur tembakau luar," pungkasnya. (Ita/diens)

No comments