ads 728 X 90

Breaking News

Terkait Pemulangan Tiga Oknum Pejabat Pemkot Batu Terkena OTT, Ini Yang Dilakukan GNPK Jatim


FOTO: Ketua GNPK Jatim, Mariyadi S.H, saat menemui Kapolres Batu AKBP Budi Hermanto dan Kasatreskrim AKP Daky Dzul Qornain.

MEMO online, Batu – Hingga saat ini, pelepasan atau pemulangan tiga oknum Pejabat Pemkot Batu, pasca terkena Operasi Tangkap Tangan (OTT) Tim Satgas Saber Pungli pusat Kamis (24/8/2017), terus menjadi pertanyaan dan perbincangan hangat semua kalangan.


Pasalnya, pemulangan tiga oknum pejabat tersebut, sangat  janggal, dan salah kaprah.
Tak terkecuali Gerakan Nasional Pemberantasan Korupsi (GNPK) Jawa Timur, yang menilai langkah Satgas Saber Pungli Mabes Polri Kementerian Koordinator Politik, Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkopolhukam) tersebut, sebagai tindakan yang tidak profesional.

Bahkan GNPK Jatim menilai pembebasan tiga pejabat DPKPPCK sebagai tindakan yang salah kaprah. Sebab dua alat bukti berupa uang Rp 25 juta serta mobil grand livina yang disita saat OTT cukup untuk menjerat pelaku menjadi tersangka.

“Saya melihat ini ada sesuatu yang tidak beres, apa ada permintaan wali kota atau bagaimana, mestinya paling tidak harus dilakukan secara transparan, diproses hukum sesuai Undang-Undang yang berlaku,” kata Ketua GNPK Jawa Timur, Mariyadi S.H,  saat ditemui usai menemui Kapolres Batu AKBP Budi Hermanto, Senin (28/8/2017).

Dalam kesempatan tersebut pihaknya juga menyinggung terkait selebaran yang beredar yang berisi aliran dana dari pihak PT Guna Dharma kepada sejumlah pejabat. Kata dia, adanya selebaran tersebut seharusnya aparat hukum menindaklanjutinya.

"Karena daftar uang yang dialirkan jumlahnya fantastis hingga 815 juta rupiah. Terlepas itu benar atau tidak yang disampaikan oleh PT Guna Dharma itu, menurut kami itu pasti benar karena ada tanda tangan pihak pejabat pembuat Komitmen tertera nama jelas Nugroho Widyanto alias Yeyen," tegasnya.

Dia juga menyesalkan tim Saber Pungli dari Mabes Polri yang begitu mudah menyerahkan kasus tersebut ke Polres Batu. "Kami melihat Tim Saber Pungli dari Kementerian itu tidak profosional, karena begitu dilimpahkan ke Polres Batu, pelaku dilepaskan begitu saja," sambungnya.

"Tadi saya sudah ketemu bapak Kapolres, intinya beliau itu hanya menerima pelimpahan saja dari satber pungli, kebetulan saja yang ditangkap itu ASN dari kota Batu," pungkas Mariyadi. (Risma/diens)

No comments