ads 728 X 90

Breaking News

Diduga Jadi Biang Rusuh di Acara Dangdutan, Dua Pemuda Guluk – Guluk Diamankan


MEMO online, Sumenep – Gara – gara terjadi keributan akibat saling sikut antar sesama pejoget,  acara dangdutan sebuah pesta pernikahan di Dusun Telesek, Desa/Kecamatan Guluk –Guluk, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, ricuh.


Kericuhan diacara walimatul Arsy Saudara Hefni dan Lif tersebut terjadi, pada Selasa (5/9/2017) sekitar jam 10:35 WIB. tepatnya selesai lagu ke lima.

Saat itu, penonton yang sebelumnya berada di luar arena, mulai masuk ke depan panggung untuk berjoget. Karena lagu yang ditampilkan para vokalis mulai memanas, dan memaksa pejoget untuk menggerakkan tubuhnya.

Sontak, para pejoget yang mulai terbawa irama musik dangdut tersebut, mulai meliuk – liukkan tubuhnya, sesuai irama yang berkumanadng.

Namun tanpa disadari, saat mereka sedang asyik berjoget, tanpa sengaja tangan – tangan mereka menyikut pejoget yang lain.

Dan akibat dari saling sikut tersebut, para pejoget mulai cekcok, dan berantem. Bahkan tuan rumah sekaligus ayahanda dari saudari Lif, terlibat dalam percekcokan itu.

Namun karena keributan tersebut tak bisa dikendalikan, panitia harus terlibat dalam perkelahian, yang diperkirakan memakan waktu hingga 75 Menit.

Hal itu di dikarenakan salah satu perusuh, menantang pada tuan rumah, ikut campur dalam keributan itu.

"Pada awalnya saya melarang mereka agar tidak ribut , tapi mereka malah menantang saya," kata Baihaqi, tuan rumah diacara tersebut, sekaligus orang tua Lif, sang mempelai,” Rabu (6/9/2017) .

Akibat keributan tersebut, anggota Polsek Guluk – Guluk, beserta Anggota TNI dari Koramil 0827/07 Guluk-Guluk, turun tangan dan mengamankan dua pejoget, yang diduga sebagai penyebab ricuh.

Kapolsek Guluk - Guluk, IPTU Sutrisno mengatan jika selalu terjadi tawuran maka kebelakang tidak akan memberikan Ijin untuk hiburan Dangdut.

"Jika selalu terjadi hal semacam ini, maka kebelakang dari hari ini pihak polsek tidak akan memberikan Ijin untuk mengundang hiburan Dangdut," tegasnya.

Sementara itu, Ach Wail, Sekdes Guluk - Guluk mengatakan bahwa acara ini mengeluarkan biaya banyak, jika di hentikan sekarang kasihan pada tuan rumah yang mengundang.

"Lanjutkan , dan jika ada keributan yang akan menimbulkan kerugian saya tiap tanggung jawab," tegas Ach Wail, pada IPTU Sutrisno.

Dan dari hasil rembuk bersama Sekdes Guluk – Guluk,  Kapolsek Guluk -guluk memberikan tambahan waktu setengah jam, untuk melanjutkan acara dangdutan.

Dengan catatan penonton harus duduk dan tidak boleh nyawer penyanyi ke panggung.

"Saya beri waktu setengah jam untuk melanjtkan, dan jika masih ada yang ngeyel orang tersebut harus ganti rugi biaya yang di keluarkan panitia, tidak boleh di sawer, penonton harus duduk dengan tertib demi menjaga kelancaran acara," tegasnya .

Sementara itu kedua pelaku keributan tersebut masih ditangani aparat kepolisian, untuk di mintai keterangan lebih lanjut. (Rasyidi/diens)
                                                                                                  

No comments