ads 728 X 90

Breaking News

Makan Hampir Separuh Badan Jalan, Tumpukan Material Gorong - Gorong di Jalan Wahid Hasyim Disoal


MEMO online, Sumenep – Tumpukan material pembangunan saluran drainase, di Jalan Wahid Hasyim, Kecamatan Kota Sumenep, Madura, Jawa Timur, dikeluhkan.
Sebab material proyek ‘gorong-gorong’ milik pemerintah tersebut, mengganggu pengguna jalan, yang setiap saat lalu lalang didaerah tersebut.


"Tumpukan material proyek itu memakan hampir separuh badan jalan. Dan itu sangat mengganggu pengguna jalan," kata Ahmad (35), salah satu pengguna jalan yang setiap hari melintas di  jalan tersebut, Kamis (7/9/2017).

Oleh karenanya, pihaknya menghimbau para  pengguna jalan hati-hati bila melintasi jalan tersebut.

"Apalagi jalan itu masuk daerah perkotaan yang selalu ramai dilewati orang setiap saat," jelasnya.

Selain Ahmad, salah satu aktivis lingkungan Sumenep, yakni Abd Rahman, juga menyoroti adanya tumpukan material gorong – gorong di jalan Wahid Hasyim tersebut.

Menurutnya, semestinya tumpukan galian itu disiasati sehingga tidak sampai mengganggu arus lalu lintas.

Tidak hanya itu, pekerjaan proyek drainase tersebut dikerjakan, meski tidak dipasangi papan nama.

Padahal peletakan papan nama merupakan amanah Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 70 tahun 2012 dan Kepres Nomor 80 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.

Peraturan tersebut mewajibkan semua pekerjaan proyek yang dibiayai negara diwajibkan untuk memasang papan nama, sejak awal pekerjaan sampai akhir pekerjaan. Itu sebagai bentuk patuh terhadap Undang-Undang RI Nomor 14 Tahun 2008 Tentang Keterbukaan Informasi Publik Pasal 15 Huruf (d.).

Selain itu, lanjut Rahman, papan nama merupakan salah satu bagian dari implementasi penerapan anggaran berbasis kenerja. Salah satu implementasi tersebut adalah memberikan keterbukaan terhadap publik soal perjalanan pelaksanaan proyek tersebut, baik dari sisi perencanaan, realisasi anggaran samapai evaluasi pekerjaan.

Dengan demikian diharapkan dapat meningkatkan akuntabilitas kauangan yang dikelola setiap organisasi perangkat daerah (OPD).

”Jadi, pekerjaan proyek itu terkesan tertutup karena satker yang menanganinya sudah terkesan menutup diri,” tegasnya.


Sayangnya Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Pemukiman dan Cipta Karya Sumenep Bambang Iriyanto belum bisa dimintai keterangan, terkait proyek drainase di jalan Wahid Hasyim. Bahkan saat dihubungi melalui sambungan teleponnya tidak aktif. (Ita/diens)

No comments