ads 728 X 90

Breaking News

Masuk Musim Kemarau, 15 Desa di Sumenep Mulai Krisis Air Bersih


MEMO online, Sumenep – Setidaknya, 15 desa dari 37 desa yang ada di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, mulai krisis air bersih.


Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep, 15 desa yang mulai krisis air bersih, tersebar di 13 kecamatan di wilayah daratan.

Salah satunya, Kecamatan Pasongsongan, Batu Putih, Saronggi, Ambunten dan Talango.

"Data terbaru 15 desa diantaranya masuk katagori kering kritis, dan 22 desa masuk katagori kering langka," kata Abd Rahman,  Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep, Kamis (7/9/2017).

"Guna memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari, kami telah menyuplai air di 20 desa, yang masuk kategori rentan kekeringan," jelasnya.

Menurutnya, pendistribusian air bersih dilakukan secara bertahap bagi desa yang membutuhkan. Pendistribusian itu dilakukan berdasarkan permohonan warga melalui kepala desa setempat.

Sesuai hasil koordinasi dengan BMKG, kemarau tahun ini diprediksi terjadi hingga bulan Oktober 2017. Oleh karena itu, pihaknya terus berkoordinasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar suplai air bersih kepada warga yang membutuhkan tetap lancar.

"Pendistribusian sesuai kebutuhan warga," tegasnya.

Untuk diketahui, Kabupaten Sumenep memiliki 330 desa, tersebar di 27 Kecamatan Daratan dan Kepulauan. Sementara jumlah pulau yang dimiliki Kabupaten Sumenep, berjumlah 126 pulau baik berpenghuni dan pulau yang tidak berpenghuni. (Ita/diens)


No comments