ads 728 X 90

Breaking News

Terang- Terangan Daftar Bacabup Magetan, Sekda Sampang Didesak Mundur Gajah Mada


MEMO online, Sampang  - Ratusan masyarakat bersama LSM Gadjah Mada Sampang melakukan aksi unjuk rasa, di depan kantor DPRD dan kantor Pemkab Sampang.


Aksi unjuk rasa ratusan masyarakat tersebut dilakukan, sebagai ungkapan kekecewaannya terhadap sekdakab Sampang Puthut Budi Santoso, yang secara terang - terangan mendaftarkan diri maju sebagai cabub Kabupaten Magetan.

Dan hal itu akan menyebabkan sekda tidak fokus mengurusi Kabupaten Sampang. Sehingga, Gajah Mada bersama masyarakat Sampang, meinta Sekda segera mundur dari jabatannya.

Sementara dalam aksinya, ratusan  demonstran membentangkan spanduk sambil menggelar orasi mendesak Puthut mundur dari jabatannya.

Karena Puthut, dinilai tidak sepenuh hati lagi (all-out) mengabdikan diri di Kabupaten Sampang.

“Pak Puthut selaku sekda Sampang, sudah tidak perduli lagi dengan masyarakat Sampang, oleh karena itu Sekda harus turun dari jabatannya dan konsentrasi terhadap pencalonannya di Kabupaten Magetan,” teriak koordinator aksi, di depan kantor Pemkab Sampang.

Dikatakan pula, dalam aksi ini kami punya tiga tuntutan, pertama Puthut segera mundur dari jabatannya, DPRD Sampang mengawal tuntutan kami ke gubernur Jatim dan Bupati sampang segera menyurati gubernur terkait rekomendasi pencabutan SK Sekda dan tuntut Sekda segera meninggalkan Sampang secepatnya kembali ke Magetan.

"Niat dan ambisi Puthut sebagai bakal calon bupati bisa dibuktikan dengan maraknya spanduk yang terpampang disepanjang jalan di Kota Magetan. Selain itu, terbukti PBS yang saat ini tengah mendaftarkan diri kedua partai besar di Magetan, PPP dan Demokrat," ujar ketua LSM Gadjah Mada ini pula dalam orasinya.

Menurutnya, apa yang dilakukan Puthut adalah bentuk ketidaksungguhannya dalam membantu tugas-tugas pemerintahan di Sampang. Terlebih lagi, ia sudah resmi pindah domisili sebagai warga Magetan. Jadi, sebaiknya Puthut segera mengundurkan diri dari jabatannya agar lebih fokus untuk pencalonan dirinya di Kabupaten Magetan.

"Puthut sudah tidak maksimal lagi untuk melaksanakan tugasnya sebagai Sekda di  Sampang. Untuk itu, silahkan pulang ke Magetan agar bisa fokus pada pencalonannya," tegasnya.

Saat ini, Sampang butuh pemimpin yang lebih profesional dan berintegritas dalam menjalankan roda birokrasi. Disamping sebagai kepala OPD di jajaran birokrasi, posisi sekda harus lebih kerja keras lagi dalam kebijakan yang lebih strategis untuk membantu jalannya program pemerintahan.  

"Semua itu akan mustahil dicapai, kalau hati dan jiwanya saat ini sudah berada di sana. Jadi, masyarakat Sampang sudah apatis dengan kinerjanya yang hanya meraup keuntungan dan semua kegiatannya akan dijadikan modal untuk mempromosikan dirinya sebagai bacalon Bupati Magetan," serunya. 

Oleh karenanya, LSM Gadjah Mada meminta DPRD Kabupaten Sampang untuk segera berkoordinasi dengan bupati sampang untuk memberikan rekomendasi kepada gubernur Jatim untuk mencabut SK Sekdakab Sampang hingga dipimpin Plt.

"Sebagai wakil rakyat, anggota DPRD harus meneruskan aspirasi masyarakatnya," urainya.

Dalam aksinya, ratusan massa ini secara berjalan kaki mulai dari depan pasar Srimangunan hingga ke kantor DPRD Sampang.

Dua orang anggota DPRD Sampang komisi I Rahmat Hidayat dan Juhari yang menerima aspirasi unjuk rasa ini menerangkan bakal meneruskan dan berkoordinasi dengan pihak pimpinan Pemkab Sampang.

Massa akhirnya meneruskan aksinya ke Pemkab Sampang yang sampai Sekda Sampang tak mau keluar menemui pengunjuk rasa.

Massa mengancam bakal kembali mengerahkan massa yang lebih banyak sampai tuntutan Sekda Sampang untuk mundur tidak segera dilakukan. (Sya/diens)

No comments