ads 728 X 90

Breaking News

Waspada ! Banyak Wartawan Gadungan Berkeliaran di Bekasi


MEMO online, Bekasi - Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Pemerintah Kabupaten Bekasi, Yan-yan Akhmad Kurnia, meminta Instansi yang ada di lingkungannya, mewaspadai banyaknya oknum yang mengaku sebagai wartawan, dan berkeliaran di wilayahnya.


Bahkan akhir – akhir ini pihaknya banyak menerima laporan terkait aksi oknum wartawan gadungan tersebut.

“Di kabupaten Bekasi, praktik tersebut kerap ditemukan dan bahkan tidak jarang aksi pewarta gadungan ini menghambat kinerja pemerintahan. Saya sudah banyak mendapat laporan mengenai oknum-oknum yang mengaku dari dunia kewartawanan. Banyak laporan dari masyarakat dan banyak juga dari satuan kerja perangkat daerah. Maka kami sampaikan agar berhati-hati,” kata Yan Yan dalam acara media gathering di Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, Sabtu (28/10/2017).

Lebih lanjut Yan menjelaskan,Praktik tersebut berdampak sangat negatif. Tidak hanya Pemkab Bekasi sebagai narasumber, namun bagi dunia kewartawanan itu sendiri akan sangat merugikan.

“Banyak yang laporan, mereka memaksa bertemu tapi justru tidak ada yang disampaikan. Jadi banyak membuang waktu karena harus melayani oknum tersebut.Terlebih banyak oknum yang akhirnya meminta sesuatu dengan cara memaksa atau memeras,” paparnya.

Akibat praktik tersebut, dunia kewartawanan merugi. Karena sebelumnya kerap didatangi wartawan gadungan, banyak narasumber di Pemkab yang menutup diri. Mereka enggan bertemu dengan wartawan.

Yan Yan menjelaskan, Ada juga kasusnya, ketika oknum melihat koran yang ada advetorialnya dari salah satu instansi. Kemudian si oknum datang ke instansi tersebut dengan mengaku dari koran tersebut kemudian menagih biaya advetorial.

Setelah dibayar oleh instansi itu, tidak berselang lama, perwakilan koran yang asli datang ke instansi menagih advertorial. Itu kan tindakan yang sangat merugikan semua pihak dan Itu juga beberapa kali terjadi,” ujarnya.

Dengan banyaknya laporan tentang oknum wartawan gadungan tersebut, pihak Humas akan mengambil langkah dengan meregistrasi media resmi di Kabupaten Bekasi. Hal tersebut dilakukan untuk meminimalisasi praktik wartawan gadungan.

“Saat ini kami tengah mendata wartawan yang ada di kabupaten Bekasi. Data tersebut juga dapat diakses oleh SKPD agar tidak sembarangan melayani wartawan.

Selain itu, Bagian Humas terus berupaya meningkatkan hubungan dengan wartawan.Dengan menggelar kegiatan bersama.Seperti kegiatan gathering ini diharapkan dapat meningkatkan hubungan Humas dengan wartawan.

Humas di sini posisinya ada di tengah, yakni menjembatani kegiatan wartawan dengan roda pemerintahan yang berjalan,” pungkasnya. (Bam/diens)

No comments