ads 728 X 90

Breaking News

Akhirnya, Warga Pulau Gili Iyang Nikmati Aliran Listrik


MEMO online, Sumenep - Setelah dua kali surat pengajuannya ditolak oleh pemerintah maupun pihak PLN, akhirnya warga Pulau Gili Iyang, Kecamatan Dungkek, Sumenep, Madura, Jawa Timur, menikmati aliran listrik dari Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD).


"Ini baru yang ke tiga kalinya, sebelumnya dua kali kami melakukan pengajuan  tidak direspon," kata H Masdawi, mantan Kepala Desa Banraas, Kecamatan Dungkek, Pulau Giliyang, Sabtu (11/11/ 2017).

Namun karena pelanggan masih 300 pelanggan, maka nyala listrik di Pulau oksigen hanya 12 jam.

"Namun, kami tetap upayakan nanti nyala 24 jam. Ini upaya kami kedepan," papar Masdawi.

Disinggung apakah tidak akan mengganggu terhadap kadar oksigen?, pria yang saat ini menjabat sebagai anggota DPRD Sumenep ini meyakini tidak akan berpengaruh.

Keyakinan tersebut dilihat dari lokasi penempatan posisi gardu listrik yang berada di posisi paling barat. Sehingga polusi akibat asap mesin PLTD tidak akan mempengaruhi kualitas oksigen.

"Dalam satu tahun, 9 bulan angin dari arah timur dan tiga bulan dari arah barat. Sehingga polusi akan lari ke arah barat dan tidak menutupi pulau," jelasnya.

Ketika asap lari ke barat maka tidak akan diresap oleh air sehingga tidak terjadi polusi udara.

"Jadi dampak positif dan nugatifnya sudah kami fikirkan," tegas Masdawi.
Wakil Bupati Sumenep Ach Fauzi mengatakan akan terus mengupayakan listrik di Giliyang hidup 24 jam.

"Nanti kalau pelanggan diatas 3000, kami upayakan untuk bangun jaringan listrik bawah laut. Sehingga listrik nyala 24 jam," tegasnya.

Pulau Giliyang di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, memiliki Oksigen terbaik di dunia. - Istimewa.

Pulau Giliyang menjadi andalan Kabupaten Sumenep karena memiliki banyak keunikan hinngga menca negara.

Tercatat hasil penelitian LAPAN pada 2006, menunjukkan kadar oksigen di Pulau Giliyang berkisar 3,4 persen hingga 4,8 persen di atas normal.

Bahkan pada 2016, penelitian serupa dilakukan Badan Lingkungan Hidup (BLH) Sumenep. Hasilnya, Kandungan oksigen Pulau Giliyang di atas rata-rata wilayah lainnya, yakni 21 persen.

Sementara pada hari Jum'at, 10 November 2017 pembangunan PLTD di Pulau Kangean dinyatakan selesai dan bisa diopreasikan. Pembangunan PLTD itu membutuhkan waktu sekitar satu bulan lebih dari titik nol hingga beroperasi.

Investitasi pembangunan PLTD mencapai Rp12,59 miliar. Perinciannya Rp7,16 miliar untuk pembangunan jaringan dan Rp 5,79 untuk pembelian lahan dan tiga mesin genset. Anggaran tersebut merupakan bersumberkan dari alokasi anggaran dari PT PLN tahun 2017.  (Ita/diens)


No comments