ads 728 X 90

Breaking News

BBM di Sepudi Langka dan Mahal, Warga Wadul 'Barisan Relawan Jalan Perubahan'


MEMO online, Sumenep – Mahalnya harga bahan bakar minyak jenis bensin maupun solar yang terjadi di kepulauan Sepudi, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur saat ini, memaksa warga pulau setempat mengadu ke Barisan Relawan Jalan Perubahan, Minggu (19/11/2017).
 
Sebab, kelangkaan serta naiknya harga BBM di Sepudi itu, diduga disebabkan perahu konvensional atau perahu rakyat pengangkut BBM, sering ditangkapi oleh aparat kepolisian khususnya polairud.

Sehingga pemilik perahu merasa ketakutan, dan tidak mau bila akan disewa untuk mengangkut BBM.

“Memang kalau dari segi hukum dan keselamatan perahu pengangkut BBM tersebut menyalahi aturan, namun perlu diketahui bahwa selama ini pemerintah juga tidak menjalankan kewajibannya yang sudah diamanatkan oleh undang undang, dalam hal ini ketersediaan BBM di kepulauan Sapudi,” kata Joni Suharjono, MP.d. pengurus Barisan Relawan Jalan Perubahan Bidang SDA dan kemaritiman, Minggu (19/11/2017).

Selain itu, kata Joni, dalam masalah mahalnya harga BBM berikut kelangkaannya yang terjadi di kepulauan Sepudi, pemerintah tidak hadir bagi warganya. Sehingga masyarakat berinisiatif sendiri untuk mendatangkan BBM,  demi memenuhi keterbutuhan masyarakat.

“Namun delemanya disaat masyarakat melakukan pembelian sendiri karena alpanya pemerintah, malah mereka ditangkap karena amanat undang undang. Disini saya juga bertanya kemana hak masyarakat yang juga di amanatkan oleh undang undang,” sesal Joni.

Oleh karena itu, kami selaku pengurus Barisan Relawan Jalan Perubahan melayangkan surat ke pimpinan DPRD Kabupaten Sumenep, pada tanggal 14 November 2017.

“Dalam surat tersebut, kami meminta Pimpinan DPRD Sumenep mengundang semua pihak terkait, seperti Pemkab Sumenep, pihak kepolisian dan pertamina, untuk duduk bersama, dan mencari solusi bagi masyarakat kepulauan khususnya pulau sapudi,” pungkas Joni. (udiens)

No comments