ads 728 X 90

Breaking News

Diduga Akibat Paket Proyek Drainase Tak Rampung, Warga Jalan Imam Bonjol Kebanjiran


MEMO online, Sumenep – Diduga gara – gara pekerjaan paket proyek drainase tak rampung, warga Jalan Imam Bonjol Desa Pamolokan, Kecamatan Kota, Sumenep, Madura, Jawa Timur, dikepung banjir.
Peristiwa banjir bandang yang disebabkan hujan deras yang turun sejak pukul 11.30 Wib hingga 12.20 Wib. terjadi pada Senin (13/11/2017).
Sehingga, rumah – rumah warga yang berada di sekitar lokasi pekerjaan proyek drainase, tergenang banjir bandang yang meluap lokasi pekerjaan drainase itu.
Sebagaimana keterangan yang dihimpun media dari Agus, salah satu warga  Jalan Imam Bonjol, yang rumahnya tergenang banjir, peristiwa itu diduga terjadi akibat pekerjaan proyek drainase yang tak rampung.
“Sebenarnya pekerjaannya sudah selesai, tapi masih menyisakan pekerjaan kurang lebih 4 Meter. Namun karena sisanya belum dikerjakan dan sudah dibongkar, akhirnya air meluap dan menggenangi rumah – rumah warga,” kata Agus, Senin (13/11/2017).
dikerjakan kontraktornya yakni pembuangan tersumbat hingga mengakibatkan rumah di sepanjang Jalan Imam Bonjol kebanjiran,” ujar Agus.
Menurutnya, paket pekerjaan saluran drainase/gorong-gorong di kawasan perkotaan itu, dikerjakan oleh CV Masa.
Sedangkan dana yang digunakan untuk proyek tersebut, menggunakan anggaran APBD 2017 sebesar Rp 198.500.000. Melalui dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya.
“Kontraktor pekerjaan jalan dan drainase di Jalan Imam Bonjol Sumenep, mestinya merampungkan pekerjaannya secara tuntas. Sehingga ketika turun hujan, airnya meluap seperti ini,” sesal agus.
Selain itu, Agus juga meminta pemerintah dalam hal ini dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya, mengawasi pekerjaan drainase yang dikerjakan oleh CV. Masa. Dan meminta pelaksana proyek, segera menyelesaikan sisa pekerjaannya.
Sementara Kepala Bidang Penataan Bagunan dan Lingkungan dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Sumenep, Sutrisno, Mengatakan, jika pihaknya sudah melaksanakan pekerjaan sesuai anggaran dan spek yang ada.
“Anggarannya cukup di situ, jadi pelaksana tidak mungkin mengerjakan pekerjaan lebih dari anggaran yang ada,” terangnya.
Terkait dugaan adanya sisa pekerjaan yang masih menyisakan 4 meter yang belum tuntas, dirinya tidak membenarkan, menurutnya memang belum tuntas karena anggarannya hanya cukup distu.
“Kalau dikatakan masih ada sisa pekerjaan sekitar 4 meter, itu tidak benar, karena memang batasnya disitu,” terangnya.
Lanjut Tris, kalau persoalan banjir menurutnya sebelum pekerjaan memang sudah biasa banjir di daerah tersebut.
“Jadi bukan karena pekerjaan yang tidak tuntas, namun di daerah tersebut jauh sebelum pekerjaan dikerjakan memang sudah biasa banjir,” terangnya.
Namun begiyu, pihaknya berjanji tahun depan (2018) akan dianggarkan kembali untuk pekerjaan lanjutan.
“Tahun depan akan kita usahakan untuk lanjutannya, jadi bertahap karena kalau sekaligus tidak mungkin karena anggaran yang tidak cukup,” pungkasnya. (Udiens)

No comments