ads 728 X 90

Breaking News

Dikabarkan Menghilang, Tak Tahunya Farid GAKI Laporkan Komisioner Panwaskab Sumenep Ke DKPP


MEMO online, Jakarta – Satelah sebelumnya tersiar kabar Farid GAKI menghilang, dan ancamannya untuk melaporkan Panwaskab Sumenep ke DKPP sudah masuk angin, kali ini aktivis Gugus Anti Korupsi Indonesia (GAKI) menepis kabar tersebut.


Farid GAKI saat ini sedang berada di Jakarta, dan resmi melaporkan Komisioner Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) atas dugaan pelanggaran kode etik.

Sedangkan Berkas laporan dengan tanda terima Nomor -/IV-P/I-DKPP/2017 yang ditandatangani oleh Lupita sebagai penerima pengaduan/laporan di DKPP, tertanggal 3 November 2017.

Sementara laporan yang disampaikan oleh Farid Azziyadi warga Kecamatan Guluk-Guluk, Kabupaten Sumenep, selanjutnya  dikuasakan kepada Azam Khan dkk selaku Advokad yang beralamatkan di Jl Cempaka Putih Raya Nomor 120, Cempaka Putih Jakarta Pusat (Jakpus).

"Ia saya sendiri yang menyampaikan, saat ini saya masih di dalam ruangan (kantor DKPP)," kata Farid saat dihubungi melalui WhatsAppnya, Kamis (3/11/2017).

Selain melaporkan secara tertulis ke DKPP, Farid GAKI juga menyerahkan bukti – bukti yang dikantonginya seperti video rekaman serta bukti konkrit lainnya ke kuasa hukumnya.

"Semua bukti – bukti sudah saya serahkan ke kuasa hukum," papar Achmad Farid Azziyadi.

Sebelumnya Ketua Panwaslu Sumenep Hosnan Hermawan saat dikonfirmasi wartawan terkait rencana laporan Farid GAKI ke DKPP, menanggapinya dengan dingin.

"Kami tetap menerima kalaim, kalau memang ada bukti kongkrit dipersilahkan tidak apa-apa," katanya.

Menurutnya, dirinya akan mempertanggungjawabkan keputusan yang telah dikeluarkan, termasuk saat pelaksanaan rekrutmen Panwaslu tingkat Kecamatan.

"Kami mempertanggungjawabkan, melapor ke DKPP, Bawaslu, Bawaslu Pusat tidak masalah, mereka punya hak," tegasnya.

Sebab, kata Hosnan pelaksanaan tes telah dilakukan secara profesional. Buktinya, semenjak dibukanya tanggapan masyarakat, hingga diadline waktu yang ditentukan tidak satupun warga yang memberikan tanggapan.

"Kalau diluar saya tidak menghiraukan hal itu, saya butuh bukti," tegasnya.

Diketahui, pasca pengumuman hasil tes tulis rekrutmen Panwaslu Kecamatan (Panwascam) di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, beredar isu bloking kecamatan antar komisioner Panwaskab Sumenep, hingga dugaan 'titipan'. (Ita/diens)

No comments