ads 728 X 90

Breaking News

Kepergok Nyolong Uang di Sebuah Warung, Bocah 14 Tahun Di Sumenep Nyaris Benyok Dimassa


MEMO online, Sumenep  – Gara – gara ketahuan saat melakukan aksi pencurian di sebuah warung, seorang anak baru gede (ABG) inisial S (14), warga Dusun Guluk-Guluk Tengah, Desa/ Kecamatan Guluk-Guluk, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, nyaris jadi korban amuk massa. 

Pasalnya, bocah baru gede itu tertangkap basah saat nyolong uang di sebuah toko milik Hamim (38), di Dusun Duko, Desa Bataal Timur, Kecamatan Ganding, Selasa (7/11/2017).
Menurut Kabag Humas Polres Sumenep, AKP Suwardi, kejadian tersebut bermula sekira pukul 11.00 WIB, pelaku tiba-tiba datang ke toko milik Hamim.
Dan ketika ditanya oleh Maswa (orang tua Hamim) mau kemana dan perlu ke siapa, ia memberitahukan bahwa dirinya adalah santri. Meski kebenarannya masih diragukan.
“Karena mengaku sebagai santri, ia pun dipersilahkan masuk duduk di dalam, bahkan sempat diberi makan,” cerita Suwardi. 
Namun, pada saat Maswa berada di dapur, Supriyadi masuk kedalam toko melalui pintu belakang dan langsung menuju ke tempat penyimpanan uang yang berada didekat kaca etalase dan mengambil uang tersebut, lalu langsung pergi melarikan diri. 
Mengetahui hal tersebut, lantas Maswa berteriak maling sehingga anaknya yang bernama Hamim bersama warga sekitar mengejar dan pelaku, dan berhasil diamankan warga di bawah kandang kambing sedang bersembunyi.
“Pelaku ditangkap warga tidak jauh dari TKP. Beruntungnya tidak sampai dihakimi massa namun langsung dibawa ke Mapolsek Ganding,” beber Suwardi. 
Setelah dilakukan pemeriksaan, lanjut Suwardi, dari pihak korban dan keluarga terlapor bersepakat untuk diselesaikan secara kekeluargaan karena pelaku masih dibawah umur serta pihak keluarga menyatakan yang bersangkutan memiliki gangguan kejiwaan.
“Uang yang dicuri tidak seberapa, hanya Rp 200 ribu, sehingga pihak pelapor memberikan maaf dan memaklumi dengan kondisi pelaku,” tukas Suwardi. 
Selanjutnya, pelaku oleh pihak keluarga akan dibawa ke Desa Lawang, karena orang tua pelaku berada di perantauan Malaysia (kerja), sedangkan ia tinggal bersama dengan kakak sepupunya bernama Suhama. (Ita/diens)

No comments