ads 728 X 90

Breaking News

Kesejahteraannya Terabaikan, Honorer K2 Sumenep Sepakat Demo Bupati


MEMO online, Sumenep - Keseriusan Pemerintah Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur dalam memperjuangkan kesejahteraan tenaga honorer kategori dua (K2) mulai diragukan.


Pasalnya, honor yang diterima tenaga honorer dalam  setiap bulannya, masih jauh dari harapan, yakni hanya Rp350 ribu.

"Jadi, sampai saat ini honor guru honorer masih lebih besar gaji tukang parkir yang mencapai diatas Rp500 ribu per bulan," kata Abd Rahman, Ketua Forum Honorer K2 Kabupaten Sumenep, Sabtu (18/11/ 2017).

Oleh karenanya, demi menyikapi ketidak seriusan pemerintah, semua guru K2 mulai merapatkan barisan dengan cara mengadakan rapat koordinasi sesama guru K2.

Rapat koordinasi itu diikuti oleh ratusan guru K2 di 22 Kecamatan di Kabupaten Sunenep. Rapat koordinasi itu dihelat di sekretariat Forum Guru K2 Jalan Setia Budi, Desa Kolor, Kecamatan Kota.

Salah satu materi yang dibahas dalam rapat itu terkait penerapan Permendikbud Nomor 8 Tahun 2017 tentang Juknis BOS Tahun 2017.

Dalam Permendikbud itu melarang sekolah menggaji honorer K2 menggunakan dana BOS apabila tidak ada surat keputusan Bupati/Wali Kota.

Sehingga banyak kepala sekolah mulai menggaji guru honorer karena takut ada temuan PPATK saat pelaksanaan audit.

"Padahal Guru honorer juga manusia yang butuh hidup yang layak, karena mereka juga punya anak dan istri yang harus mereka hidupi setiap harinya," jelas Rahman.

Lebih lanjut Rahman mengatakan, rapat tersebut menghasilkan dua keputusan bersama, yakni akan melakukan aksi demonstrasi ke Kantor Bupati Sumenep, serta akan mogok kerja hingga ada kebijakan yang dikeluarkan Bupati.

Namun sebelum melakukan tindakan tersebut, terlebih dahulu akan melakukan audiensi di Kabtor Bupati.

"Surat audiensi telah dilayangkan kepada Pemerintah Kabupaten Sumenep pada hari Kamis 16 November kemarin," jelasnya.

Sesuai data Forum Honorer K2, jumlah tenaga honorer K2 di Kabupaten Sumenep sekitar 1766 orang. Dengan rincian tenaga guru sebanyak 1.401 orang dan 365 orang tenaga administrasi.

Sementara itu Bupati Sumenep A Busyro Karim belum bisa memberikan keterangan. Saat dihubungi melalui sambungan teleponnya tidak aktif. (Ita/diens)

No comments