ads 728 X 90

Breaking News

Masyarakat Guluk – Guluk Resah, PLT Sekdes Tunjukan Camat Jarang Ngantor


MEMO online, Sumenep – Lantaran Plt Sekdes yang ditunjuk Camat Guluk – Guluk tidak maksimal melaksanakan tugasnya, dan sering tidak ada di kantor, membuat masyarakat Desa/kecamatan Guluk – Guluk, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, resah.


Pasalnya, masyarakat harus antri terlebih dahulu untuk mendapatkan pelayanan dari desa.

Karena, sesuai dengan yang di sampaikan salah satu aparatur desa Guluk-guluk H Afif, jika setiap harinya dirinya hanya berdua saja dengan Mantan Sekdes Ach Wail, berada di kantor desa.

Padahal sebelum melakukan penunjukan PLt, Camat Guluk – Guluk sudah berkordinasi dengan tokoh agama, pemuda, dan tokoh masyarakat.

Namun, sejak beberapa bulan terakhir yang bersangkutan jarang ngantor. Sehingga masyarakat beserta beberapa tokoh di daerah itu berkirim surat penolakan terhadap Plt yang ditunjuk camat.

“Nggak tahu ya kalo Essur yang nantinya di tunjuk PJ, saya akan berhenti saja jadi Aparatur desa, masak setiap hari saya dan Wail yang ada di sini, dan semua pekerjaan kami yang ngerjakan,” ucap H Afif selaku Kasi pemerintahan di Desa Guluk-guluk tersebut.

Menanggapi hal ini, H mustafiq selaku masyarakat Guluk-guluk akan melakukan audensi ke kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa. Sebab penunjukan Essur sebagai Plt Sekdes oleh camat, membuat  pelayanan Desa Guluk – Guluk anjlok.

“Ini perlu disikapi, karena hanya beberapa perangkat saja yang masuk kantor. Ini di sebabkan Plt Essur kurang transparan dalam banyak hal,” kata H mustafiq.

Lanjut Mustafiq, masyarakat Guluk-guluk banyak yang butuh pelayanan yang maksimal. Ia pun berharap, dalam pengajuan PJ Kades yang di lakukan oleh Camat harus orang-orang yang kompeten dan serius melayani masyarakat dan mampu mengelola DD & ADD.

Karna selama ini, pengerjaan DD& ADD terkesan amburadul dan kadang kala tidak sesuai RAB, serta anggaran banyak yang tidak jelas dan yang bekerja hanya itu-itu saja.

Sehingga menurutnya pemberdayaan masyarakat tidak imbang dengan kenginan pemerintah pusat yang mengkucurkan dana milyaran rupiah untuk kesejateraan masyarakat.

“Masak di balai ini hanya berisi H afif atau Wail, terus Plt Essur kemana, padahal coba lihat ini banyak masyarakat butuh pelayanan,” ujarnya kecewa.

Dari indikasi pelaksanaan kinerja Plt Sekdes Essur sangat jauh dari harapan masyarakat. Dalam beberapa bulan ini sejak Plt Essur di nilai tidak berkompeten dan tidak mampu melaksanakan tugas-tugas dan fungsi Sekdes apalagi kepala desa.

“Ini harus kita curigai, apakah bapak camat sudah masuk angin atau bagaimana, kok tetap saja mengajukan Essur sebagai PJ, Padahal sudah jelas bahwa Plt Essur benar-benar tidak di kehendaki oleh masyarakat,” paparnya. (Rasyidi/diens)

No comments