ads 728 X 90

Breaking News

Mengaku Laporannya Tak Direspon Polsek, Korban Penyerobotan Lahan Proyek Embung Air ‘Siluman’ di Guluk - Guluk Ancam Lapor Polres


MEMO online, Sumenep – Gara – gara laporan peneyerobotan lahannya tak kunjung direspon oleh Mapolsek Guluk – Guluk, pemilik lahan yang tanahnya dipakai untuk pembangunan proyek embung air, mengancam akan membawa kasusnya ke Mapolres Sumenep.


Sebab, menurut pemilik lahan yakni Ali Tamin, Mutandes dan Fauzi, Warga Desa/Kecamatan Guluk-Guluk, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, tanahnya di serobot pelaksana proyek pembangunan embung air dari Kementrian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.

Sedang kasus penyerobotan lahan tersebut, sudah dilaporkan oleh pemilik lahan ke Mapolsek Guluk-Guluk, beberapa waktu lalu.

“Namun, hingga saat ini laporan tersebut belum mendapat respon, sebab belum ada pemanggilan kembali dari pihak polsek kepada pemilik lahan,” kata Ali Tamin, Mutandes dan Fauzi.

Oleh karenanya, pihaknya akan melanjutkan laporan penyerobotan lahan ke Mapolres Sumenep. Sehingga kasusnya segera tertangani, dan tidak berlarut-larut.

Apalagi kasus penyerobotan lahan oleh pelaksana proyek, yakni CV. Rantai Emas, dengan Nomor Kontrak : 042/SPMK/PPK IV-SPKP/DPDTT/IX/2017, sudah dilakukan sejak tanggal 24 Oktober 2017.

“Yang kami herankan, kok tidak musyawarah dulu dengan kami selaku pemilik lahan. Tiba – tiba mereka memulai pekerjaan. Terus mereka anggap kami ini apa,” sesalnya.

Tidak hanya itu, pelaksana proyek pembangunan embung air dari kemendes, juga menebang pohon jati yang ada di lahan tersebut, tanpa ada pemeberitahuan maupun memberikan ganti rugi.

Namun, meski kasus tersebut saat ini sudah  ramai diperbincangkan oleh masyarakat, tapi pelaksana pekerjaan proyek tetap melanjutkan pekerjaannya.

Sehingga masyarakat Guluk – Guluk menilai Kapolsek setempat tidak bertaring, karena tetap membiarkan pekerjaan proyek embung air itu berjalan, meski sudah dilaporkan oleh pemilik lahan.

“Bagaimana dengan Kapolsek Guluk-Guluk, kok malah diam di tempat. Mestinya polsek sigap dan menghentikan pekerjaan proyek itu, sebelum masalahnya selesai,” kata beberapa masyarakat, di pasar Senin kemarin.

Dalam perbincangan di pasar senin waktu itu, jika dalam waktu dekat Kapolsek Guluk-guluk belum menindaklanjuti laporan warga itu, masyarakat juga membawa kasus itu ke Kejaksaan Tinggi Jawa Timur.

Sementara Kapolsek Guluk-guluk, IPDA Sutrisno menyampaikan bahwa pihaknya akan segera bertindak secepat mungkin.

“Kami berupaya permasalahan ini bisa di selesaikan disini, kami akan segera memanggil oknum-oknum terkait , yang diduga ada campur tangan dengan Pembangunan Embung Air tersebut,” paparnya.

Sementara Kontraktor Perdangan Umum CV. Rantai Mas mengaku siap untuk menghadap ke kapolsek. Tapi belum ada kapolsek Guluk-guluk menghubungi.
"Iya gak papa kalo sudah di laporkan, tapi belum ada kapolsek menghubungi saya," pungkasnya. (Rasyidi/diens)

No comments